Menabung Air di Musim Hujan

Problem utama setiap musim panas adalah kurangnya pasokan air tanah untuk keperluan air rumah tangga. Sedangkan di musim hujan, isu banjir menjadi momok mengerikan, terutama bagi yang tinggal di dataran rendah atau daerah aliran sungai. Padahal banyak upaya yang bisa disiasati, tentu saja ada yang butuh dukungan dari para tetangga karena dampaknya akan kurang maksimal jika dilakukan sendirian. Berikut di antara upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi atas problem tersebut.

1. Stop penggunaan jet pump

Alasan utama adalah, karena jet pump menguras cadangan air lebih cepat dan lebih banyak, sehingga potensi kekeringan menjadi lebih besar. Apalagi melihat kesalahan kaprah jika seorang tetangga menggunakan jet pump, maka 4 hingga 8 tetangga lainnya memasang jet pump.

Sebagai alternatif, gunakan pompa listrik biasa, atau jika perlu kembali menggunakan pompa tangan yang tetap dapat digunakan walau aliran listrik mati, sekalian berolahraga 🙂

2. Stop memelur halaman

Halaman yang rapi memang jadi dambaan, namun jika kotor dan becek akan menyebalkan. Kebiasaan memelur halaman sebaiknya dihentikan karena air tidak meresap ke dalam tanah, melainkan langsung mengalir ke selokan.

Sebagai alternatif, gunakan konblok, grasblok, batu koral untuk menutupi tanah. Dengan begitu halaman akan terlihat rapi dan tidak becek, tetapi air masih dapat meresap ke dalam tanah.

3. Stop membuang sampah organik ke tempat sampah

Lho? kok? Iya! sampah organik seperti daun-daunan dan potongan sayur mayur, adalah sampah yang dapat terurai secara alamiah, lebih baik jika kita tanam di halaman rumah sendiri, untuk menjadi kompos. Selain memberi nutrisi bagi tanah, ia juga dapat menggemburkan tanah sehingga memudahkan peresapan air.

Cara yang digunakan supaya tidak terlihat nyampah adalah membuat lubang biopori, lubang sedalam 0.5 – 1 m untuk menanam sampah organik. Ketika musim hujan, lubang biopori berfungsi sangat optimal, karena air hujan membuat sampah menjadi rusak lebih cepat sehingga proses penguraian oleh organisme tanah lebih efektif.

Lubang biopori juga menjadi jalan bagi air hujan meresap ke dalam tanah. Tanpa mengambil tempat yang luas, kita bisa buat beberapa lubang biopori di halaman yang sempit.

4. Buat sumur resapan

Bagi yang halaman rumahnya masih luas, membuat sumur resapan sangat dianjurkan supaya penyimpanan air di dalam tanah semakin besar.

5. Stop gaya hidup boros air

kalau ide yang ini sudah banyak yang mengangkat, sekedar mengulang: pilih shower daripada gayung; gunakan ember air untuk mencuci kendaraan daripada langsung dengan selang air; gunakan air cucian sayur, daging dan beras untuk menyiram tanaman; dsb.

6. Stop buang sampah ke selokan dan kali

Tumpukan sampah di selokan dan kali membuat pendangkalan atau penyempitan bagi aliran air. Sehingga ketika hujan air lebih mudah meluap. Mirip dengan penumpukan kolesterol di pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner atau stroke. Ups… terbalik ya? Bukankah penyempitan pembuluh darah serupa dengan penumpukan sampah di sungai? whatever… hehehe

Saran saya untuk sampah organik ditanam di halaman seperti ide di atas. Sedangkan sampah yang dapat didaur ulang dipisahkan dari sampah yang tidak dapat didaur ulang. Keduanya dapat diserahkan ke petugas sampah untuk dikelola.

Last but not least adalah…

7. Berbagilah dikala susah

Nah lho? Mengapa tidak dikala senang? Waduh, ketika senang kita biasanya lupa berbagi, hehehe…

Maksud dari ide ini adalah, ketika musim kering dan sumur kita masih mengalirkan air sedangkan para tetangga sudah kekeringan, maka berbagilah air dengan mereka. Sambil memberikan pendidikan kepada para tetangga supaya mengikuti langkah menabung air di musim hujan.

Percayalah bahwa berbagi tidak membuat kita kekurangan, justru semakin kaya (kaya akan air karena sumur kita diberkahi oleh Tuhan oleh sebab kita peduli lingkungan; kaya persahabatan dengan tetangga; termasuk kaya akan kesabaran karena ada saja bisik-bisik tetangga yang mungkin merisaukan :p)

Alhamdulillah ide-ide tersebut sudah kami jalankan walau sulit untuk konsisten 🙂 Mudah-mudahan bermanfaat buat semua!

2 Responses to Menabung Air di Musim Hujan

  1. Ferdixn berkata:

    Terima kasih tipsnya, semoga kita semakin bijak menggunakan air

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: