jualan mangga

Apapun varietas mangga, berjualan mangga ada seninya, tentulah akan memengaruhi harganya. Mangga muda ditawarkan dengan harga yang lebih murah daripada mangga matang, selain karena rasanya masam sehingga segmen pasarnya lebih sedikit, di antaranya ibu-ibu hamil muda, juga karena dibeli dengan cara ijon sehingga harga jualnya bisa lebih murah. Jika mangga muda tersebut diperam beberapa waktu akan menjadi matang, maka mangga menjadi manis dan segmen pembelinya lebih luas sehingga harga jualnya kompetitif. Apalagi kalau mangga matang pohon akan lebih kompetitif lagi harganya.

Begitu juga dengan sumber daya manusia, jebolan kuliahan dengan jebolan dunia kerja ibarat mangga muda dengan mangga matang. Analogi ini disampaikan oleh seorang pimpinan sebuah perusahaan pada saat town hall meeting di hadapan para pekerja. Oleh karenanya menurut beliau wajar jika nilai jual sarjana baru lebih rendah daripada staf berpengalaman, itu pulalah yang membedakan standar gajinya. Dengan menafikan capaian kerja, seorang pekerja jebolan kuliahan harus mengikuti “pemeraman” supaya lebih matang sehingga meningkatkan nilai jualnya. Pada titik ini, terlihat sangat rasional dan cukup membuat urung para staf mendapat kejelasan mengenai standar gaji.

Oleh karena itu, orang-orang berpengalaman yang sudah pensiun dipekerjakan kembali sebagai konsultan pekerjaan, sesuai analogi sang pimpinan — walaupun tidak disampaikan oleh beliau– maka dapat diibaratkan sebagai mangga yang terlalu matang, sehingga nilai jualnya pun menurun bahkan lebih rendah daripada mangga muda🙂

Sepakat atau tidak, begitulah analogi sang pimpinan, sehingga bermunculanlah anekdot tentang mangga di kalangan pekerja. Barangkali sang pimpinan mantan penjual mangga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: