kearifan dan kebijakan

Beberapa pemimpin lebih suka membanggakan materi dan penampilan daripada bertindak arif dan bijak sebagai wujud kebajikannya kepada rakyat. Hal itu akan nampak dari keseharian mereka. Pemimpin yang tidak diharapkan kehadirannya oleh rakyat adalah yang terpaksa mengikuti protokoler alih-alih demi keselamatan dan keamanan dirinya yang menjauhkan pemimpin dari rakyat untuk dapat berkomunikasi lebih dekat. Berbeda dengan pemimpin yang tetap bersahaja, membuka diri, dan berusaha lebih dekat dengan rakyatnya dengan menafikan sebagian protokoler dan bersifat longgar.

Perbedaan keduanya muncul karena penerapan ilmu manajemen yang berbeda tergantung asal-usul sang pemimpin. Penerapan ilmu manajemen yang canggih dan moderen membuat sebagian pengikut harus bersikap profesional namun bersikap kaku dalam penerapannya. Sedangkan ilmu manajemen yang merakyat yang dibangun di atas dasar kebajikan membuat semua pengikut sukarela menjalani pekerjaannya dan bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan. Bagi rakyat yang justru memiliki kearifan dan kebijakan lebih banyak tentulah dapat menilai siapa-siapa pemimpin yang benar-benar pantas memimpin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: