susahnya memulai

Bagi beberapa orang, memulai adalah pekerjaan yang paling sulit daripada meneruskan. Walaupun mengakhiri juga bukan pekerjaan yang mudah, mengakhiri jauh lebih gampang daripada memulainya kembali. Karena di sana ada risiko dan keberanian mengambil keputusan. Di sana pula dibutuhkan komitmen dalam menjalaninya. Memulai sesuatu yang baik lebih sering membutuhkan keberanian daripada sekedar memperhitungkan. Apabila sesuatu hal diyakini baik, tentulah tidak akan ada keraguan di dalamnya. Entah mengapa selalu ada saja kesusahan dalam memulainya.

Teringat akan kisah Nabi Musa alaihis salam yang diperintahkan oleh Allah untuk mendatangi Firaun dan mengingatkan ‘bapak angkat’-nya itu supaya mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut diibadahi dan supaya Firaun tidak menyombongkan diri. Dirasakan berat di dadanya menanggung amanah kerasulan, untuk memulai sesuatu yang baik, bahkan sangat mulia karena mengemban titah dari Yang Mahakuasa. Oleh karenanya beliau berdoa kepada Allah:

Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami.” [QS Thaahaa, 20: 25-35]

Mudah-mudahan dengan membaca doa yang serupa dan semakna dengan doa Nabi Musa alaihis salam tersebut, Allah juga dengan serta merta menjawabnya dengan:

Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.” [QS Thaahaa, 20:36]

sehingga tidak ada lagi kata “susahnya memulai” karena telah dimudahkan prosesnya oleh Allah.

2 Balasan ke susahnya memulai

  1. nurrahman18 mengatakan:

    trimakasih atas pencerahannya malam ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: