makan kodok halal?

Status fb seorang teman: “tidak ada nash yang secara explisit mengharamkan “kodok” … tapi teteup aja … kebayang kalo misalnya nyantap kodok … geli2 gimanaaa gituh ! bener gak?๐Ÿ˜€“, telah membuat saya mengaji kembali tentang makanan yang halal dan yang haram. Saya buka kembali file-file lama dan saya dapatkan beberapa hal:

Hadits Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu-, beliau berkata:

ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ุตูู‘ุฑูŽุฏู ูˆูŽุงู„ุถูู‘ูู’ุฏูŽุนู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู…ู’ู„ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูุฏู’ู‡ูุฏู

โ€œRasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang membunuh shurod, kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih).

Apabila suatu hewan disebut haram dibunuh maka memakannyapun haram. Karena tidak mungkin seekor binatang bisa dimakan kecuali setelah dibunuh.

Lalu ada pertanyaan mengapa anjing tetap haram dimakan padahal tidak dilarang untuk dibunuh?

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ููŽูˆูŽุงุณูู‚ู ูŠูู‚ู’ุชูŽู„ู’ู†ูŽ ููŽูŠ ุงู„ู’ุญูู„ูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑูŽู…ู: ุงูŽู„ู’ุญูŽูŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุบูุฑูŽุงุจู ุงู„ู’ุงูŽุจู’ู‚ูŽุนู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฃู’ุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ูู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฏูŽูŠูŽู‘ุง

โ€œAda lima (binatang) yang fasik (jelek) yang boleh dibunuh baik dia berada di daerah halal (selain Mekkah) maupun yang haram (Mekkah): Ular, gagak yang belang, tikus, anjing, dan rajawali” (HR. Muslim)

Semua hewan yang diperintahkan untuk dibunuh tanpa melalui proses penyembelihan adalah haram dimakan, karena seandainya hewan-hewan tersebut halal untuk dimakan maka tentunya Nabi tidak akan mengizinkan untuk membunuhnya kecuali lewat proses penyembelihan yang syar’iy.

Dalam hadits Abu Masโ€™ud Al-Anshory riwayat Bukhary-Muslim beliau berkata :

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุซูŽู…ูŽู†ู ุงู„ูƒูŽู„ู’ุจู

โ€œSesungguhnya Rasulullah shollallahu โ€˜alaihi wa alihi wa sallam melarang dari harga anjingโ€.

Kalau harganya (jual beli anjing) terlarang, maka dagingnya pun haram. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shollallahu โ€˜alaihi wa alihi wa sallam :

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุซูŽู…ูŽู†ูŽู‡ู

โ€œSesungguhnya Allah kalau mengharamkan kepada suatu kaum memakan sesuatu maka (Allah) haramkan harganya atas merekaโ€.

Hadits ini diriwayatkan oleh Asy-Syafiโ€™iy, Ahmad, Abu Daud, Ibnul Mundzir, Abu โ€˜Awanah, Ibnu Hibban, Ad-Daraquthny, Al-Baihaqy, Ath-Thobarany, Al- Maqdasy, Ibnul Jauzy, dan Ibnu โ€˜Abdil Barr, dan sanadnya shohih.

Sahabat Abu Tsa’labah Al-Khusyany -radhiallahu ‘anhu- berkata:

ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุฐููŠู’ ู†ูŽุงุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ุจูŽุงุนู

โ€œSesungguhnya Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang dari (mengkonsumsi) semua hewan buas yang bertaringโ€. (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

Dan dalam riwayat Muslim darinya dengan lafazh, โ€œSemua hewan buas yang bertaring maka memakannya adalah haramโ€.

Bahwa anjing termasuk dari hewan buas yang bertaring maka dalil tersebut menjadi salah satu sebab pengharamannya.

KBBI: buยทas a 1 galak; liar; ganas

Pada dasarnya penciptaan anjing adalah sebagai binatang buas, karena didomestikasi menjadi binatang jinak, namun ada kalanya ia digunakan untuk berburu atau menyerang, sehingga anjing tetap masuk sebagai kategori buas.

Kemudian teman saya mengakui bahwa larangan membunuh kodok memang benar, namun dalilnya bersifat multi-interpretasi: apakah dilarang untuk disembelih untuk dimakan atau dilarang dibunuh karena iseng (asal bunuh). Dengan demikian, menurut teman saya, membutuhkan dalil larangan yang lebih qoth’i (tegas) untuk mengatakan bahwa kodok haram dimakan karena dilarang dibunuh. Sedangkan jikalau tidak ada larangan yang tegas bahwa kodok itu memang haram dikonsumsi maka dapat termasuk yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.

Menjawab hal tersebut, sehubungan sudah disampaikan sebelumnya dalil dari hadits dan hikmahnya, marilah tengok dalil Al-Quran:

QS 5:96, 16:14, 35:12 menghalalkan ikan dan binatang laut baik yang diburu ataupun yang mudah ditangkap, yg berasal dari laut air tawar maupun laut air asin

QS 2:173, 5:3, 6:145, 16:115 mengharamkan makan bangkai dan binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah dan atau menyebut selain Allah

QS 5:5 menghalalkan sembelihan Ahlul Kitab
QS 6:142 hewan ternak disembelih (untuk dimakan)

Supaya dapat dimakan, hewan harus dibunuh dahulu. Tidak mungkin bagi kita makan hewan dalam keadaan hidup-hidup (hal ini termasuk kategori penyiksaan), sedangkan syariat memerintahkan kita berbuat baik kepada binatang yang akan disembelih.

Rasulullah bersabda: โ€œSesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat baik kepada segala sesuatu ketika kalian membunuh, maka berbuat baiklah dalam membunuh tersebut. Dan ketika kamu menyembelih berbuat baiklah dalam penyembelihan, dan hendaknya salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan qurbannya.” (HR. Muslim dari Syaddad bin Aus radliyallohu โ€˜anhu).

Dan jelas sekali bahwa hewan darat yang halal dimakan harus dibunuh dengan cara disembelih secara syar’i, jika tidak maka akan menjadi haram. Sedangkan hewan laut halal dimakan dengan hanya dibunuh tanpa disembelih.

Terhadap hewan yang hidup di dua alam (amfibi), maka pendapat yang paling kuat yaitu pendapat Asy-Syafi’iyah yang menyatakan bahwa seluruh hewan yang hidup di dua alam -baik yang masih hidup maupun yang sudah jadi bangkai- seluruhnya adalah halal.

Kodok adalah hewan yang hidup di dua alam.

Jika kodok dikategorikan sebagai binatang darat, maka harus disembelih supaya dapat dimakan. Sedangkan penyembelihan sama saja dengan pembunuhan. Merujuk kepada hadits sebelumnya bahwa kodok terlarang untuk dibunuh. Dengan demikian tidak dapat disembelih, oleh karenanya haram dimakan.

Jika dikategorikan sebagai binatang air sedangkan telah jelas dalil keharaman untuk membunuhnya, lagipula kita tidak boleh memakannya (dan juga memakan hewan lain) hidup-hidup. Oleh karenanya haram dimakan.

Maka bagaimana dengan bangkai kodok (yang mati secara alamiah bukan karena dibunuh), apakah halal dimakan? Jika kodok hidup saja haram dimakan (setelah dibunuh maupun dimakan hidup-hidup) apalagi yang mati.

Insya Allah hal ini tidak termasuk yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Alhamdulillah juga, diskusi ini membuat saya makin mantap mengikuti ijtihad jumhur ulama yang menyatakan bahwa kodok haram dimakan.


:rujukan online:

8 Balasan ke makan kodok halal?

  1. kalo boraks halal atau haram?kita juga kan gak bisa bedain mana yang pake boraks mana yang bukan?sebelum nonton reportase investigasi

    • andi mengatakan:

      jika boraks termasuk bahan yang tidak baik apalagi membahayakan kesehatan, maka jauh lebih baik menghindari makanan yang mengandung boraks karena Allah menyuruh kita makan makanan yang baik.

  2. dimas mengatakan:

    bagaimana dengan pendapat ulama dari mazhab maliki yang menyatakan kodok itu halal selama tidak ada dalil yang mengharamkannya? apakah pendapat ulama dari mazhab maliki tersebut salah?

  3. joe mengatakan:

    mau tanya karena agak ragu? 1. kodok sama katak beda loh emang yang di maksud nabi kodok yang mana hanya kodok gurun kah, atau semua kodok, termasuk katak? kalo kodok gurun sapa juga mau makan emang gak bisa di makan,mulai dari bentuk dan bau nya menjijikkan, tonjolan pada kulit yang beracun dll, rata2 kodok juga gitu walaupun beberapa katak juga gak bisa di makan karena racun yang kuat
    2. merujuk hadist di atas (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih). maka disitu tak boleh membunuh semut? wow ini terasa aneh karena terasa omong kosong kalo rumah kita diserang semut kita tidak membunuhnya karena hampir mustahil menyingkirkannya tanpa membunuh
    3. kalo hewan yang di ternakkan bukankah hukumnya halal sebelum ada yng menerangkan kalau di haram…setahu saya beberapa jenis kodok juga diternakkan

    • andi mengatakan:

      Joe,
      1. Katak dan kodok tidak ada perbedaan dalam hal ini
      2. Tidak ada masalah insya Allah, kalau memang semut-semut tersebut mengganggu atau menimbulkan kerusakan. Tapi jika tidak mengganggu maka hendaknya mereka tidak dibunuh. Karena telah shahih (dalam Sahih Albukhari dan Muslim) riwayat yang berisi teguran Allah kepada seorang nabi-Nya tatkala dia membakar semut tanpa ada alasan yang dibenarkan.
      3. Dalam QS Az-Zumar, 39: 6 disebutkan bahwa ada delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dalam tafsir disebutkan bahwa binatang ternak itu adalah domba, kambing, sapi, dan unta yang masing-masing berpasangan jantan dan betina. Itulah jenis binatang ternak yang juga disyariatkan dalam ibadah kurban. Sedangkan jenis binatang lain yang diternakkan (baca: dibudidayakan) harus dikembalikan ke hukum asalnya, apakah dia haram atau halal. Kalau haram maka pembudidayaan tidak menjadikannya halal, begitupun sebaliknya.

  4. kalau NASI AKING kira2 halal atau haram ?

    • andi mengatakan:

      afwan, tidak dapat menghukuminya sebagai halal atau haram karena tidak ada dalil yang menyatakan kejelasannya. namun jika menggunakan qiyas harus dilihat dahulu zatnya. berdasarkan referensi http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_aking asalnya nasi aking adalah dari nasi, maka secara asal halal. lalu nasi tersebut dikeringkan dan dibiarkan berjamur. sebelum dikonsumsi dicuci dahulu, dikeringkan dan diberi kunyit untuk menghilangkan baunya. tetapi nilai gizinya sudah jauh berkurang. Allah memerintahkan kita untuk makan makanan yang halal dan baik. Nasi aking termasuk makanan yang tidak baik. Namun karena tidak mampu membeli beras kalangan bawah terpaksa mengonsumsi nasi aking. Hal ini adalah kedaruratan. Insya Allah diperbolehkan, namun harus tetap diupayakan agar dapat mengonsumsi makanan yang bergizi. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: