Informasi publik

16 Mei, 2010

Informasi publik adalah hal yang saya hargai dari kota London, sejak mendarat di Heathrow, papan penunjuk arah, petugas yang informatif, hingga fasilitas website yang selalu diperbarui, membuat tamu merasa nyaman tanpa perlu khawatir tersesat.

Dari informasi petugas di stasiun underground Heathrow didapatkan bahwa Piccadily Line yang seharusnya mengantar saya dari Heathrow ke Hammersmith non-stop pada tanggal 15/16 Mei sedang dalam perbaikan teknis. Sehingga saya harus turun di Osterley kemudian naik bus pengganti kereta dari Osterley ke Hammersmith. Tanpa perlu tambahan biaya.

Ketika turun di Osterley saya dapatkan di papan informasi bagi pengguna yang ingin langsung ke Central London, supaya turun di satu stasiun berikutnya yaitu Boston Manor, karena layanan bus pengganti kereta di Osterley hanya sampai Hammersmith, sedangkan layanan bus pengganti kereta di Boston Manor mengantar ke Central London.

Ketika turun dari Double Decker (bus tingkat) di pemberhentian terakhir bus pengganti kereta di Hammersmith, saya bertanya kepada petugas darat arah menuju jalan Shortlands, ia mengajak saya ke papan informasi di halte bus dan menunjukkan saya arah tujuan saya.

Saya berharap Jakarta dapat memberikan informasi publik lebih transparan suatu saat nanti, apalagi setelah undang-undang informasi publik diberlakukan.


mengelilingi bumi

16 Mei, 2010

Dalam perjalanan 13 jam di udara, saya harus mengikuti travel path di layar, untuk menentukan waktu shalat selama mengudara. Karena terbang di siang hari saya dapat melihat posisi pesawat, posisi matahari, dan bagian siang malam pada bumi yang bulat (maupun yang dinampakkan terbentang). Berangkat sebelum waktu Zuhur yaitu jam 12.45 dari Singapore saya tambahkan waktu 2 jam untuk melakukan shalat zuhur. Kira-kira jam 16 waktu Singapore, saya lihat layar, ternyata posisi belum memasuki waktu Ashar. Saya baru melakukan shalat Ashar ketika posisi pesawat di atas benua Eropa yaitu 4 jam berikutnya. Bahkan ketika saya mendarat di London pada jam 19.10, saya mengira masih berada di waktu Ashar karena hari masih terang dan posisi matahari sudah condong ke barat. Saya baru mendapati waktu Maghrib pada jam 20.50, ketika saya sudah berada di hotel tempat saya menginap. Karena pada bulan Maret hingga Oktober posisi matahari berada di belahan utara bumi, maka waktu siang menjadi lebih lama (16 jam) daripada waktu malam (8 jam).

Selama terbang, pesawat ini mengejar posisi zawal (posisi tepat tengah hari) matahari dan tidak mampu mendahuluinya. Padahal teori sains mengatakan bahwa bumi berputar ke arah timur dan kembali ke posisinya dalam waktu 24 jam. Padahal jika bumi ini berputar pada porosnya sambil mengelilingi matahari maka pesawat hanya perlu mengunci posisinya terhadap matahari supaya sampai di tempat tujuan dalam waktu yang berdekatan seperti ketika berangkat. Namun kenyataannya pesawat mendarat di waktu Ashar, bahkan posisi zawal matahari jauh mendahului pesawat. Hal ini mungkin dimaklumi karena arah terbang berlawanan dengan arah putar bumi pada porosnya, sehingga memerlukan upaya yang lebih besar agar dapat terbang mengunci terhadap posisi matahari 🙂


Power Presentation

16 Mei, 2010

Fasilitas hiburan yang baru saya manfaatkan kali ini adalah belajar, yaitu membaca ringkasan buku serta mendengarkan audio naratif yang membacakannya. Ringkasan buku yang saya baca dan dengarkan adalah tentang menjadikan presentasi lebih tepat sasaran. Pada intinya, presentasi adalah menyampaikan maksud dan menggiring pemirsa dari titik A ke titik B, dengan kaidah What’s In It For You (WIIFY) atau Apa Manfaatnya Bagi Kamu (AMBAK).

Buku tersebut menyediakan tip-tip praktis yang mampu membuat presentasi menjadi lebih berdaya, di antaranya adalah penyajian Less Is More, tayangkan sedikit dan ceritakan lebih banyak sehingga penyaji lebih diperhatikan daripada sajian yang ditayangkan di layar. Menggunakan beberapa metode untuk membuat presentasi lebih menarik, lebih hidup dan tetap tepat sasaran. Disiplin dalam memanfaatkan waktu yang diberikan supaya maksud presentasi tersampaikan dengan baik.

Saya katakan bahwa hal ini sangat bermanfaat bagi saya, karena tujuan utama perjalanan kali ini adalah untuk melakukan presentasi di sebuat forum internasional, yang merupakan pengalaman pertama bagi saya, sehingga saya dapat mempersiapkan presentasi menjadi lebih baik dan tepat sasaran. Semoga.


ulasan film: Bodyguards and Assasins

16 Mei, 2010

Bodyguards and Assassins mengambil latar 4 hari di tahun 1906, di Hongkong yang walaupun merupakan teritori kerajaan Inggris masih dalam kedaulatan Dinasti Qing. 4 hari tersebut adalah hari penyambutan Dr. Sun Yat Sen, tokoh demokrasi China, yang akan kembali dari Jepang untuk memimpin pemberontakan liga rakyat China bersatu. Demokratisasi di China pada saat itu dirasa perlu untuk menyamaratakan hak-hak asasi manusia, menghilangkan keistimewaan kekaisaran yang dianggap berasal dari Titah Langit.

Intrik, spionase, perjuangan pers China Daily, donasi pengusaha lokal pada perjuangan demokrasi, strategi penyelamatan, tayangan kekerasan berupa adu bela diri, serta cinta keluarga dan tanah air, menghias sepanjang film ini. Sayangnya saya belum sempat menyelesaikan hingga akhir film karena harus mendarat di London.


ulasan film: Invictus

16 Mei, 2010

Invictus adalah puisi yang ditulis oleh Nelson Mandela selama dalam penjara apartheid. Setelah menjadi presiden, secara pribadi puisi tersebut diberikan kepada Francois Pienaar, seorang kapten rugby Springboks Afrika Selatan, untuk menyemangati timnya dalam upaya memenangi piala dunia rugby tahun 1995. Dengan semboyan One Team, One Country dan seragam Green and Gold, Nelson Mandela menjadikan olahraga rugby sebagai pemersatu Afsel yang telah bertahun-tahun hidup dalam apartheid, meruntuhkan kebencian di antara warga negara baik yang berkulit hitam maupun berkulit putih, serta mengembangkan permaafan dalam membangun negara menjadi lebih baik.

Diangkat dari kisah nyata, Morgan Freeman memerankan Nelson Mandela dengan sangat meyakinkan dan mengelabui. Hal ini sejalan dengan pernyataan Mandela sendiri bahwa hanya Freeman yang mampu memerankan dirinya dalam film. Di antara ucapan Mandela pada film ini yang saya ingat adalah: “Kalian telah memilih saya untuk menjadi presiden memimpin negara ini, maka biarlah kali ini saya memimpin kalian.”

Moral film ini adalah bahwa suksesnya pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik yaitu dengan memercayakan kepemimpinan kepada presiden terpilih. Presiden sensitif dengan isu perpecahan dan secara pribadi mendekati sumber perpecahan, duduk bersama untuk mengobarkan semangat persatuan. Membina hal-hal yang bagi sebagian orang tidak terlalu penting, namun ternyata sangat berpotensi meledakkan perpecahan: yaitu dunia olahraga.


ulasan film: Mulan

16 Mei, 2010

Pada penerbangan jarak jauh disediakan fasilitas hiburan di setiap bangku berupa layar televisi dan headphone untuk menonton film maupun berita, mendengar musik, bermain game, melihat rekaman penerbangan, belajar bahasa maupun membaca ringkasan buku.

Hanya 3 buah film yang sempat saya tonton (sebenarnya 2,5 saja karena film terakhir tidak selesai ditonton) yaitu: Mulan, Invictus, dan Bodyguards & Assassins. Ketiganya diangkat dari kisah nyata.

Mulan berkisah tentang perempuan dari kerajaan Wei yang menjadi tentara karena menggantikan ayahnya yang sakit-sakitan. Selama lebih dari 12 tahun terlibat dalam peperangan melawan pemberontak Rouran, Mulan telah mencapai prestasi yang gemilang sebagai jenderal perang yang luar biasa. Namun fitrah keperempuanannya tidak dipungkiri sangat memengaruhi gaya kepemimpinannya.

Ia harus mengorbankan rasa cinta terpendamnya kepada Wentai yang selama ini berjuang membela dan menyemangatinya dalam peperangan, bahkan merawatnya dengan darah dan air mata ketika krisis obat-obatan. Wentai yang ternyata seorang pangeran Wei ditawan setelah menukarkan dirinya dengan obat-obatan dan suplai logistik untuk memulihkan kondisi tentara Wei.

Demi mendambakan berhentinya perang dan dimulainya perdamaian, Mulan berkongsi dengan putri Rouran yang berniat menjadi ratu Wei, membunuh Danyu (pemimpin) Rouran yang ambisius, menyelamatkan Wentai dan merelakannya menjadi suami sang putri.

Mulan menolak jabatan tertinggi sebagai Commander-in-Chief tentara Wei dan memilih kembali ke kampungnya menjadi penenun kain dan merawat ayahnya yang semakin tua.

Film buatan China ini lebih menampilkan sisi moral daripada mengumbar kisah cinta. Perang mengikat persaudaraan di antara para tentara, mengobarkan semangat perjuangan dan pantang menyerah, tidak takut mati demi membela prinsip yang diyakini, strategi maupun pengkhianatan, serta cinta tanah air dan rela berkorban, termasuk berkorban perasaan. Tidak ada adegan dewasa, sehingga aman ditonton oleh anak-anak tentu tetap dengan bimbingan orangtua.


muslim meal please…

16 Mei, 2010

Muslim meal menjadi pilihan saya pada penerbangan Singapore-London-Singapore karena saya tidak dapat memastikan kehalalan standar meal yang disajikan. Ternyata telah terjadi peningkatan kualitas pada Muslim meal yang diklaim no-alcohol, no-pork and derivatives. Beberapa tahun lalu, muslim meal yang disajikan selalu kari dan bernuansa timur tengah, padahal citarasanya tidak selalu sesuai dengan lidah seorang melayu seperti saya. Saya sempat komplain bahwa tidak harus begitu, selama zabihah halal, non alkohol dan non babi, muslim meal dapat disajikan dalam bentuk apa saja.

Dengan perkembangan ini, saya harus angkat topi dan mendukung muslim meal, bahkan kalau perlu maskapai ini mengikuti beberapa maskapai yang menyatakan: “All meals served are halal” dan “Alcoholic beverages available upon request”


%d blogger menyukai ini: