bertukar bangku?

Penataan bangku kelas Economy pesawat A380-800 dari Singapore ke London adalah 3-4-3, saya memilih duduk di kolom kiri pada sisi gang, pada sisi jendela duduk seorang perempuan Inggris yang bekerja sebagai dokter anak dan perempuan di Bangladesh. Antara bangku saya dan dia tidak ada satupun yang menempatinya hingga pintu pesawat ditutup. Bangku kosong itu dapat kami gunakan untuk menaruh barang-barang, atau menaruh kaki ketika tidur.

Pada kolom tengah di deretan terdepan setelah toilet ataupun galley diperuntukkan bagi keluarga yang membawa bayi, sehingga dapat ditaruh di bassinet apabila pesawat telah mengudara. Sebuah keluarga kecil duduk di sana, para pramugari menaruh perhatian kepada mereka. Bayi mereka yang berusia kurang lebih 1,5 tahun tertidur di pangkuan ayahnya. Karena ukuran bassinet yang tersedia lebih pendek daripada panjang si bayi.

Pramugari berinisiatif mencari solusi dengan menawarkan pertukaran bangku pada penumpang lain yang terdapat bangku kosong di antara 3 bangku, supaya si bayi mendapat bangku tersendiri. Pramugari menawarkan kepada saya dan perempuan di sebelah saya untuk bertukar, dengan mengatakan bahwa bertukar bangku bukan sebuah kewajiban. Sebenarnya saya tidak berkeberatan jika bertukar bangku. Namun perempuan di sebelah saya memperlihatkan keengganannya. Jadi akan tidak bermanfaat juga apabila hanya saya yang bertukar. Pada akhirnya keluarga kecil tersebut mendapat tempat di kolom kanan.

Saya kira alasan ekonomilah yang membuat keluarga kecil itu memesan 2 bangku: untuk ayah dan ibunya saja. Dan mereka berpikir anaknya dapat dipangku ketika tertidur dan dapat bermain di lantai ketika terjaga. Alasannya biaya bangku kelas Economy untuk penerbangan jarak jauh masih terbilang mahal. Jadi bagi beberapa orang keluarga itu telah mengorbankan kenyamanan, maka sudah sepantasnya mendapat fasilitas sesuai yang telah dibayarkan. Keberuntungan bagi mereka bahwa pesawat ini tidak terisi penumpang sepenuhnya sehingga masih terdapat bangku kosong yang dapat mereka tempati lebih layak, dan terdapat orang-orang baik hati yang mau bertukar bangku.

Saya kemudian menyangka-nyangka dokter anak dan perempuan macam apa perempuan yang duduk di sebelah saya karena enggan memberikan fasilitasnya kepada keluarga kecil dengan seorang bayi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: