simcard only

18 Mei, 2010

Di Amerika Serikat tidak sebarang orang boleh memiliki kartu sim tanpa membeli handphone. Harga hape terbilang murah karena diikat kontrak dengan kartu sim. Sehingga untuk membawa hape keluar untuk menggunakan kartu sim lain, hape harus di-unlock terlebih dahulu. Sedangkan di Inggris, kondisi mirip di Indonesia, di mana diberi kebebasan bagi konsumen memilih apakah membeli hape yang berkontrak dengan penyedia kartu sim, atau cukup membeli sim saja dengan pulsa isi ulang.

Begitu banyak penyedia layanan GSM yang menawarkan kemudahan bagi para pengunjung berupa telepon murah ke tujuan internasional. Dan kartu sim itu juga menyediakan layanan gartis panggilan dan sms sesama pengguna kartu sim yang sama. Mirip-mirip lah dengan di Indonesia ūüôā

Untuk melakukan panggilan ke telepon rumah atau CDMA di Indonesia, saya hanya dipotong 10p (0.1 poundsterling) per menitnya. Sayangnya saya juga harus membayar harga yang sama untuk 1 buah sms yang saya kirimkan ūüė¶

Menggunakan kartu sim lokal, jika tersedia, merupakan pilihan bagi saya mengingat roaming internasional dengan menggunakan kartu sim Indonesia cukup mahal, baik memanggil apalagi menerima. Lagipula walaupun sim saya disediakan oleh perusahaan dan mendapat jatah sekitar Rp350 ribu sebulan, biaya komunikasi selama di luar negeri tidaklah ditanggung oleh perusahaan, alias potong gaji jika berlebih dari jatah. Yah, sedikit runaway dulu dari urusan kantor lah :p


bersepeda di london

18 Mei, 2010

Sepeda adalah kendaraan yang lumrah ditemui di kota London. Jalur bersepeda, lampu lalu lintas untuk penyeberang bersepeda, marka jalan untuk pesepeda, dan tempat parkir sepeda adalah fasilitas yang diberikan untuk kenyamanan bersepeda. Seingat saya ketika berkunjung ke kota London 3 tahun yang lalu, hanya sedikit pesepeda yang terlihat berlalu lalang. Namun pada kunjungan kali ini, sepeda sepertinya sudah membudaya di kalangan muda. Kebanyakan dari sepeda yang digunakan adalah jenis city bike.

Bersepeda di kota London memang terbebas dari kemacetan, karena jalur bersepeda hampir tidak pernah diambil oleh kendaraan lain bahkan ketika macet sekalipun. Pemandangan yang berbeda di kota Jakarta, sampai-sampai jalur pejalan kaki pun diambil oleh pengendara sepeda motor. Padahal jalanan di kota London, kecuali highway, kebanyakan adalah jalan dengan ukuran standar. Satu badan terdiri 2 arah dan masing-masing arah terdapat 2 jalur. Di beberapa tempat, lebar jalur pejalan kaki hampir sama besarnya dengan lebar jalan. Jalur sepeda mengambil lebar hanya 1 meter dari trotoar.

Yang membuat pesepeda makin nyaman adalah banyaknya toko alat-alat dan bengkel sepeda yang mudah dijangkau. Sampai-sampai toko Poundland yang menjual barang-barang dengan harga 1 poundsterling, juga menjual alat-alat sepeda. Toko dan bengkel sepeda di kota London, barangkali seperti kios Polygon di Jakarta, pelayanannya ramah dan bersahabat, serta bersih dan nyaman untuk dikunjungi oleh para peminat sepeda, tua dan muda. Untuk menarik minat bahkan ada toko yang menyediakan sepeda gratis bagi orang yang mau bekerja di toko tersebut.

Tempat parkir sepeda sudah banyak disediakan baik di tempat umum maupun di kantor-kantor, namun sering penuh sehingga sering dijumpai satu palang terdapat 2 sepeda yang terkunci di sana. Bahkan ada juga sepeda yang dikunci di tiang lampu atau tiang marka jalan, padahal sudah ada peringatan terpampang yang arti bunyinya kira-kira: TERLARANG, Sepeda yang diikat ditiang ini akan dibuang atau ditindak tanpa pemberitahuan lebih lanjut.


%d blogger menyukai ini: