banjir atau tergenang air

29 Oktober, 2010

barangkali pak gubernur harus menegur asistennya yang memilihkan penggunaan frase “genangan air” pada peristiwa kebanjiran di jakarta pekan ini.

merujuk kepada KBBI, walau kata “kegenangan” serupa dengan kata “kebanjiran”, makna kata dasar keduanya jauh berbeda.

banjir adalah kondisi dimana air banyak dan mengalir deras, karena meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan atau arus pasang naik. sedangkan genang adalah kondisi tertutupi atau terendam air karena terhenti mengalir.

bagaimanapun, mestilah jadi prioritas gubernur dki untuk meminimalisasi dampak kebanjiran jakarta berikutnya.


tukang patri

29 Oktober, 2010

“patri bu!”
seru si tukang berkeliling kampung. ia mendatangi ibu-ibu rumah tangga yang hendak memperbaiki peralatan masak yang bocor tapi sayang untuk dicampakkan. apalagi mahal jika membeli yang baru. patri menjadi solusi terbaik.

seruannya punya canda tersendiri pada masa yang berbeda. ketika harga kebutuhan masih murah, “masak matri doang 4 ribu, bang?” ketika harga-harga melambung, “4 ribu aja deh bang, he he.”

mematri adalah menyolder yaitu menambal dengan logam. mirip dengan mengelas. dengan dipatri, peralatan masak yang bocor dapat digunakan kembali.

pada saat ini mematri mungkin merupakan hal yang asing mengingat menyolder tak lagi dipelajari di sekolah umum tetapi mungkin hanya di sekolah kejuruan.

dalam hal bahasa kita mengetahui kiasan “terpatri di dada” yang artinya kira-kira “menempel erat sebagai keyakinan”. namun entahlah apa masih ada pelajar yang memahaminya?

begitu juga nasib tukang patri saat ini. sudah jarang orang yang menggeluti profesi ini dan kalaupun ada tentulah menyedihkan. di zaman serba instan lebih sering orang membeli baru daripada memperbaiki.

tapi Allah memang Mahaadil, tukang patri masih memperoleh rizki-Nya, walau mesti mengais dan bersusah payah.


%d blogger menyukai ini: