tukang patri

“patri bu!”
seru si tukang berkeliling kampung. ia mendatangi ibu-ibu rumah tangga yang hendak memperbaiki peralatan masak yang bocor tapi sayang untuk dicampakkan. apalagi mahal jika membeli yang baru. patri menjadi solusi terbaik.

seruannya punya canda tersendiri pada masa yang berbeda. ketika harga kebutuhan masih murah, “masak matri doang 4 ribu, bang?” ketika harga-harga melambung, “4 ribu aja deh bang, he he.”

mematri adalah menyolder yaitu menambal dengan logam. mirip dengan mengelas. dengan dipatri, peralatan masak yang bocor dapat digunakan kembali.

pada saat ini mematri mungkin merupakan hal yang asing mengingat menyolder tak lagi dipelajari di sekolah umum tetapi mungkin hanya di sekolah kejuruan.

dalam hal bahasa kita mengetahui kiasan “terpatri di dada” yang artinya kira-kira “menempel erat sebagai keyakinan”. namun entahlah apa masih ada pelajar yang memahaminya?

begitu juga nasib tukang patri saat ini. sudah jarang orang yang menggeluti profesi ini dan kalaupun ada tentulah menyedihkan. di zaman serba instan lebih sering orang membeli baru daripada memperbaiki.

tapi Allah memang Mahaadil, tukang patri masih memperoleh rizki-Nya, walau mesti mengais dan bersusah payah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: