Bukaan keran yang besar, Ba!

Begitulah yang diminta anak saya yang berusia 4,5 tahun saat saya ajari dia untuk berwudhu di tempat wudhu masjid. “Jangan terlalu besar, sayang. Itu namanya boros,” saya menjawab permintaannya. “Tapi orang dewasa itu membuka keran besar-besar, Ba?” tanya anak saya menunjuk seseorang yang sedang berwudhu juga. Walau pakaian orang itu menampakkan kesalihan dan mencirikan seorang penuntut ilmu, mungkin belum sampai kepadanya hadits sahih bahwa Nabi yang mulia telah mengajarkan kita berwudhu secara sederhana yaitu dengan segayung air saja.

Dari Utsman ibn Affan radhiyallahu anhu bahwa dia telah meminta segayung air, maka dituangkan air itu ke tangannya dan membasuhnya tiga kali, kemudian dimasukkan tangan kanannya ke dalam wadah air dan membersihkan mulutnya, lalu membasuh dan membersihkan hidungnya. Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali dan bagian bawah tangannya hingga kedua sikunya tiga kali, mengusap rambut kepalanya dan membasuh telapak kakinya hingga ke kedua mata kakinya tiga kali. Kemudian ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘jika seseorang berwudhu dengan caraku dan mendirikan shalat dua rakaat dengan tidak berbicara dalam sholatnya maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.'” (HR Al-Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: