buah kesabaran

Dikisahkan, ada dua orang bersaudara yang tinggal berjauhan, salah satunya rajin mengunjungi saudaranya setiap tahun, sebagai amalannya mencari berkah dari menjalin silaturahim. Suatu ketika sampailah ia ke rumah saudaranya kemudian mengetuk pintu setelah mengucapkan salam, “Apakah ini rumah fulan?”. Seorang wanita keluar dari pintu rumah itu sambil menggerutu dan mencaci maki suaminya. Saudara itu pun bertanya, “kemanakah fulan, anak ibuku?” Dijawabnya ia berada di hutan mencari kayu bakar, dengan masih menggerutu dan mencaci suaminya. Tak berapa lama datanglah saudaranya itu dari hutan ditemani seekor harimau yang memanggul kayu bakar. Kedua adik-beradik itu pun tenggelam dalam pembicaraan, tentu di luar urusan pribadi dan internal keluarga.

Satu tahun pun berlalu, ia kembali bersilaturahim. Sesampainya di rumah saudaranya ia bertanya, “Apakah ini rumah fulan?” Keluarlah seorang wanita dengan kata-kata lembut dan menyejukkan. Ketika ditanyakan kemana saudaranya, dijawablah oleh wanita itu dengan baik. Tak berapa lama datanglah saudaranya itu dengan memanggul kayu bakarnya sendiri. Kemudian ia bertanya kepada saudaranya perihal tahun lalu dibandingkan saat tersebut.

Saudaranya itu menceritakan kisahnya bahwa tahun lalu ia memiliki istri yang kurang bersyukur dan panjang lidahnya, maka karena kesabarannya Allah mengutus seekor harimau untuk membantunya mencari kayu bakar. Lalu atas ketetapan Allah, istrinya itu meninggal dunia, kemudian saudaranya itu menikahi wanita lain yang lembut perangainya dan halus tutur katanya, serta tangkas mengurusi rumah tangga. Namun untuk mencari kayu bakar, harus ia lakukan sendiri karena tak ada lagi harimau yang diutus membantunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: