anak-anak menagih janji

27 Mei, 2011

Orang dewasa lebih mudah mengingkari janji daripada anak-anak. Ketika anak-anak mengingkari janji, maka yang harus dilakukan bukanlah mengolok-olok mereka melainkan harus memerhatikan apakah ada andil orang dewasa di sekitar mereka yang menjadi model pengingkaran janji itu.

Suatu ketika di waktu tidur siang, anak-anak masih bermain dan berulah. Berbagai upaya dilakukan untuk membujuk mereka tidur siang. Sehingga Baba menjanjikan untuk mengajak anak-anak makan di McD atau KFC jika mereka mau tidur siang. Kelelahan tidak berhasil menidurkan anak-anak, Baba pun terlelap sendiri hingga terdengar suara-suara comel, “Baba, bangun! Katanya mau ke McD?”, “Bangun, Baba! Katanya mau ke KFC?”

Baba pun membuka mata, lalu melihat anak-anak itu sudah berpakaian rapi. “Bu, memangnya mereka sudah tidur siang?” tanya Baba. “Sudah Baba, sudah tidur siang, sudah mandi, dan sudah siap pergi ke McD,” jawab Bubu yang disambut Baba dengan kesigapan untuk memenuhi janji.

Iklan

ketuk pintu dan beri salam

23 Mei, 2011

sudah dibiasakan bagi anak-anak untuk mengetuk pintu dan memberi salam setiap kali masuk rumah atau minta ijin masuk ke kamar orang tua. Ketika Radya, 5 tahun, menggedor-gedor pintu kamar, kami sengaja tidak segera membukakan pintunya hingga terdengarlah rajukannya disertai sedikit raungan.  Kemudian kami buka pintunya dan melihat cucuran air mata di pipi bocah kecil itu. Sambil jongkok Baba menasihati agar setiap kali minta ijin masuk kamar yang tertutup atau terkunci dengan cara mengetuk dan memberi salam dengan sopan. Tak lupa peluk cium Baba buat Radya agar ia menyadari bahwa ayahnya sangat menyayanginya untuk berlaku baik.

Suatu ketika Radya membuat kesal Bubu karena mengunci kamarnya, sedangkan Bubu ada keperluan di kamar itu sehingga Bubu harus menggedor pintu kamarnya. Lalu dari dalam terdengar suara yang diiringi isakan tangis: “Bubu, assalamualaikum-nya mana?”


menggunting pola

22 Mei, 2011

Tsuraya, 2.5 tahun,  suka menggunting. Dengan gunting kesayangannya ia menggunting kertas-kertas menjadi serpihan-serpihan kecil. Baba pikir sudah waktunya bagi Tsuraya diperkenalkan dengan menggunting pola. Baba menggambar lingkaran dan segitiga, lalu meminta Tsuraya mengguntingnya.

Inilah hasilnya, sebuah lingkaran dan sebuah segitiga yang tergunting 🙂


%d blogger menyukai ini: