Gentle Birth

Bubu lagi kesengsem sama prinsip n metode Gentle Birth.. Rasanya udah ogah banget menjalani proses melahirkan di Rumah Sakit yang full of drama & trauma. Dua kali melahirkan di RS selalu ketemu dgn yg namanya induksi, episiotomi, pemecahan ketuban, pendorongan janin u/ mempercepat kelahiran (lupa istilahnya), dll.
Ingin yang alami dan menyenangkan..

Tapi jujur, nyari info dimana bidan muslimah yg pro gentle-birth, berlokasi di Depok, dan bersedia dipanggil ke rumah sangat2 sulit.. maklum ini pengalaman pertama jadi rasanya masih perlu pendampingan.. next pengen juga nyobain free-birth, dimana proses melahirkan dilakukan sendiri tanpa bantuan bidan atau dokter..

Padahal HPL tinggal sekian minggu lagi.. sempet deg2an juga takut ngga nemu yg pas di hati.. Baba masih pro RS karena khawatir Bubu mengalami pendarahan seperti waktu melahirkan Tsuraya.. padahal tahu ngga, pendarahan bisa terjadi karena ketidakcocokan terhadap obat yg diberikan, terutama obat induksi (ini Bubu baca dari artikel yg ditulis seorang ibu dgn anak penderita Anenchephali).. dan waktu itu Bubu diberikan obat untuk mempercepat pembukaan (sejenis obat induksi) tanpa persetujuan Bubu.. Inilah jeleknya RS, seringkali melakukan tindakan tanpa persetujuan pasien – wali pasien (dalam hal ini Baba) hanya diminta menandatangani form persetujuan tindakan apapun tanpa mengetahui obat/tindakan apa saja yang akan diberikan dan efek sampingnya.. hal ini membuat pihak RS kebal hukum jika suatu saat terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa pasien.. masya Allah..
Padahal Islam sangat menghormati jiwa..

Dan prinsip gentle-birth ini, dengan pendekatannya sendiri, juga sangat menghormati jiwa.. menghormati kekuatan alami seorang perempuan, bahwa melahirkan bukanlah proses yang rumit dan tak perlu dianggap sebagai suatu penyakit..
Metode Gentle Birth bermacam-macam, bahkan proses SC pun bisa dianggap gentle birth jika dilakukan dengan penuh penghayatan, tidak terburu-buru dan memberi kesempatan kepada jiwa ibu dan anak untuk saling berkomunikasi hingga proses kelahiran menjadi minim intervensi medis dan pemulihan pasca melahirkannya pun lebih cepat..

Sudah selayaknya setiap kelahiran memakai prinsip Gentle Birth, karena birth trauma itu nyata.. proses kelahiran yang traumatik bisa terekam dalam pikiran bawah sadar kita dan mempengaruhi perilaku.. hasilnya mungkin kita menjadi pribadi yang mudah cemas, mudah marah, mudah tersinggung, atau mudah mendendam..

Bubu jadi berpendapat, bahwa gentle birth adalah hak setiap anak yang lahir ke dunia.. sudah selayaknya kehadiran mereka disambut dengan hangat dan tenang.. dengan dukungan penuh seluruh anggota keluarga.. kelahiran yang supportif bisa menjadi bekal positif untuk kehidupan anak di masa depan, baik secara fisik maupun mental..

Sudah saatnya menghapuskan paradigma rasa takut yang banyak mempengaruhi sendi kehidupan kita.. dimulai dari kelahiran anak-anak kita..

Depok, 18-19 Agustus 2011/18-19 Ramadhan 1432H

ps: join grupnya yuuk https://www.facebook.com/groups/gentlebirthuntuksemua/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: