keutamaan para sahabat Rasulullah

10 November, 2011

Di antara dasar-dasar ahlussunnah wal jamaah adalah selamatnya hati dan lisan mereka dalam menyikapi para sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasalam. Mereka mengakui dan meyakini kabar keutamaan empat sahabat yang terbaik yaitu Abu Bakar, Umar ibnul Khatthab, Utsman ibn Affan dan Ali ibn Abi Thalib. Mereka mencintai dan loyal kepada keluarga Rasulullah. Mereka loyal kepada istri-istri Rasulullah sebagai ummul mukminin. Mereka tidak membenci para sahabat seperti Syiah Rafidhah, dan mereka tidak menyakiti ahlul bait seperi golongan Nawashib. Mereka juga tidak meyakini bahwa para sahabat bebas dari dosa, melainkan para sahabat juga melakukan kesalahan tetapi mereka memiliki kebaikan yang banyak. Dan ahlussunnah wal jamaah meneladani keutamaan-keutamaan para sahabat Rasulullah radiyallahu anhum.

http://www.ziddu.com/download/17413841/hWasithiyah_UstMuhYahya_KeutamaanSahabatRasulullah.mp3.html


bukan SARA jika tidak bicara islam

10 November, 2011

Sebagai muslim saya meyakini bahwa Islam telah menyediakan seperangkat komplit panduan kehidupan manusia supaya dapat menjalani tujuan penciptaannya di bumi dengan baik dan benar. Karena Allah telah menyempurnakan agama-Nya dan tidak tersisa sedikit pun kasus kehidupan kecuali telah disampaikan oleh utusan-Nya kepada manusia. Hikmah-hikmah yang diperoleh dari menjalani Islam akan diperoleh dengan sendirinya tanpa pemeluknya repot mencari-cari tahu dengan sistem trial dan error. Namun tidak disangsikan bahwa sejak awal dakwah ini diusung oleh utusn Allah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasalam, banyak yang merasa gerah dan berupaya menghalang-halangi cahayanya untuk menyinari seluruh permukaan bumi.

Di antara mereka membangkitkan sentimen persatuan kemanusiaan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Padahal Islam justru memberi nilai lebih karena mengabaikan kesukuan, ras, dan antar golongan, dengan mengikat persaudaraan di atas keimanan kepada Allah dan satu agama yaitu Islam. Di antara mereka juga membangkitkan gaya hidup primitif dan alamiah dan menghidupkan kearifan lokal ataupun kebijaksanaan-kebijaksanaan yag dibuat oleh tokoh-tokoh spiritualis yang berafiliasi kepada agama-agama pagan, padahal Islam justru memberi nilai lebih karena menghidupkan gaya hidup yang holistik dan lebih selamat serta mengusung nilai-nilai yang diturunkan langsung oleh Sang Pencipta satu-satunya yang berhak diibadahi.

Sebagai contoh ketika zikir kepada Allah ditawarkan untuk menggantikan konsep inner peace yang datang dari buddhisme atau yoga yang datang dari hinduisme atau hypnotherapy yang datang dari kekristenan, maka zikir dianggap SARA. Ketika hukum-hukum doa dan praktik-praktik kesehatan nabawi ditawarkan sebagai pengganti konsep obat-obatan moderen yang datang dari barat atau konsep herba yang diramu dengan mantra dan tantra yang datang dari timur, maka doa dan obat dianggap SARA. Ketika tema keislaman diangkat pada setiap kali menjawab permasalahan hidup manusia, maka itu dianggap menyinggung isu SARA. Dengan demikian maunya para penghalang itu: mengambil kearifan lokal dari golongan, suku maupun konsep agama-agama lainnya, bukanlah SARA asalkan tidak dari Islam.


baju merah dan buaya

10 November, 2011

“mas gak bawa coverall selain warna merah?”
“gak mas dan coverall saya cuma yg warna ini, mengapa?”
“di sini semua gak ada yg pakai warna merah.”
“oh jadi mencolok ya?”
“bukan…”
“kalau mas ada baju lain, tolong kasih saya pinjam dulu.”
“ada mas tapi bukan terusan.”
“ya ga apa-apa.”

konon ada orang yang mengenakan baju merah dekat sungai sehingga muncul seekor buaya besar lalu orang itu diterkam hingga tewas. sejak itu penduduk setempat berkeyakinan bahwa baju merah membawa bencana. para pendatang pun mengikuti aturan lokal untuk menghindari memakai baju berwarna merah.

secara pribadi saya tidak mempercayai hal itu karena mencederai keyakinan dan keimanan saya sebagai seorang muslim yang hanya percaya bahwa tak satupun yang mampu membuat mudarat kepada makhluk kecuali atas ijin Allah.

maka sikap saya mengganti pakaian adalah karena disediakan pakaian dengan warna yang lain bukan karena saya turut mempercayai mitos tersebut.


%d blogger menyukai ini: