Ini Bagian Kalian dan Ini Hadiah Untukku

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam Kitab Sahih keduanya, dari Abu Humaid As-Sa’idi: “Ketika Ibn Al-Lutbiyyah, orang yang dipekerjakan untuk mengumpulkan zakat, datang kepada Rasulullah (shallallahu alaihi wasalam), dia berkata: ‘Ini bagian kalian dan ini hadiah untukku’, lalu Rasulullah (shallallahu alaihi wasalam) berdiri, memuji dan menyanjung Allah kemudian bersabda: ‘Aku mempekerjakan beberapa orang di antara kalian untuk suatu pekerjaan yang Allah kuasakan kepadaku, kemudian seseorang di antaranya datang kepadaku dan berkata: ‘Ini bagian kalian dan ini hadiah untukku.’ Mengapa dia tidak duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya dan menunggu sehingga hadiah itu datang kepadanya? Demi Allah, tidak satupun di antara kalian yang mengambil sesuatu tanpa hak, kecuali ia akan datang kepada Allah di hari kebangkitan dengan memikulnya. Aku tidak ingin melihat siapapun di antara kalian memikul unta yang merintih, atau sapi yang melenguh, atau domba yang mengembik ketika dia berjumpa dengan Allah.’ Kemudian Rasulullah mengangkat tangannya (tinggi-tinggi sehingga) ketiaknya yang putih terlihat, dan bersabda: ‘Wahai Allah, bukankah aku telah menyampaikannya?'”

hadits tersebut oleh para ulama dijadikan dalil dari haramnya bagi pekerja atau pegawai untuk mengambil atau menerima hadiah (alias suap) dari suatu pekerjaan yang (memang tugas yang harus) dilakukannya, padahal ia telah menerima upah atas pekerjaannya itu, sehingga yang demikian (menerima hadiah) itu termasuk pengkhianatan terhadap pemberi kerja.

Faidah hadits:

  1. Diwajibkan bagi pegawai melaporkan hasil pekerjaan kepada si pemberi kerja
  2. Disunnahkan untuk memuji dan menyanjung Allah sebelum berpidato atau berkhutbah
  3. Adalah adab ketika memperingatkan manusia dari sebuah perbuatan buruk yaitu dengan tidak menyebutkan nama si pelaku
  4. Dibolehkan mempekerjakan orang lain untuk membantu menyelesaikan suatu urusan yang dikuasakan kepada kita
  5. Tidak boleh mengambil sesuatu sebagai hadiah bagi diri si pegawai di luar dari upah yang diberikan oleh si pemberi kerja
  6. Ancaman terhadap orang yang mengambil sesuatu tanpa hak yaitu akan menghadap Allah dengan memikulnya
  7. Disunnahkan berdoa kepada Allah dengan mengangkat tangan

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: