bulan tersenyum

28 Mei, 2012

“Baba, lihat bulannya tersenyum,” kata Tsuraya, 3,5 tahun, kepada babanya ketika melihat bulan sabit di malam awal bulan Rajab. “Indah sekali, bukan?” jawab baba. “Iya, Baba. Bulannya tidak sedih tidak marah,” kata Tsuraya. “Begitu pula dirimu, Nak. Jika engkau tersenyum, tiada gundah gulana, tiada amarah di wajahmu, semua akan nampak indah,” ujar baba memikat hati Tsuraya yang sering temper tantrum jika keinginannya tidak kesampaian.

“Baba, lihat! Bulannya mengikuti kita,” seru Tsuraya. “Demikianlah, Nak, keberadaannya di langit yang tinggi tidak menafikan kebersamaannya dengan kita. Apalagi Allah sang pencipta, Yang Mahatinggi, senantiasa bersama kita kapanpun di manapun. Semua masalahmu ada jawabannya, mintalah kepada Allah saja.” ucap baba, sebagai introspeksi diri sendiri.


sunyaragi dan forbidden city

27 Mei, 2012

Tamansari Gua Sunyaragi yang berada di kota Cirebon adalah istana yang dibangun dari susunan batu-batu sungai. Menurut sumber tulisan dibangun pada tahun 1703, oleh kesultanan Cirebon pada awalnya berfungsi sebagai tempat menyepi atau beristirahat di pinggir danau di tengah hutan jati. Sempat berubah fungsi menjadi tempat penyusunan strategi dan benteng pertahanan yang kemudian dirusak oleh meriam Belanda pada sekitar tahun 1787, kemudian diperbaiki pada tahun 1852. Pemerintah kolonial Belanda sempat pula melakukan pemugaran pada tahun 1937. Saat ini dibawah pemeliharaan Keraton Kasepuhan dan Pemerintah Kotamadya Cirebon.

***

Di pintu utara The Forbidden City (dibangun abad 15) di kota Beijing, China terdapat sebuah bukit yang dibuat oleh manusia dari susunan batu-batu yang diambil dari sungai Taihu yang terdapat di China selatan. Di atas bukit yang disebut dengan The Piled Elegance Hill itu terdapat sebuah paviliun yang digunakan oleh para kaisar dari dinasti Ming dan dinasti Qing untuk menikmati pemandangan bulan di waktu malam di tengah musim gugur.


jumatan di masjid niujie

25 Mei, 2012

image

Jam menunjukkan jam 13:15 waktu setempat ketika saya menyelesaikan wudhu dan memasuki ruang shalat utama Masjid Niujie (牛街礼拜寺, baca: Niú jiē lǐbàisì) di Beijing, China. Jamaah sudah memenuhi ruang utama, beberapa mengisi selasar dan ruang terbuka, ada juga yang mengisi ruang shalat di paviliun belakang. Seseorang sedang duduk di tengah-tengah, bukan di atas mimbar, berbicara dalam bahasa Mandarin. Barangkali ia sedang menyampaikan pengumuman, sebagaimana sering dijumpai di masjid-masjid tradisional di tanah air. Selesai ia bicara, banyak jamaah berdiri dan melakukan shalat sunnah, saya pun berdiri dan melakukan shalat tahiyatul masjid yang tadi belum sempat dilakukan.

Jam 13:30 seorang bersurban dan bergamis panjang menaiki mimbar kemudian mengucap salam. Azan berkumandang dengan sederhana, tanpa dilagukan, dan hanya terdengar di dalam komplek masjid saja. Khatib mulai berkhutbah dalam bahasa Arab, menyampaikan beberapa ayat Al-quran dan Hadits mengenai kedudukan pria dan wanita, bagaimana satu sama lain menghormati hak-hak dan menghargai kewajiban masing-masing. Duduk sejenak di antara dua khutbah. Khutbah kedua berisi doa untuk kebaikan dan keselamatan umat Islam. Lalu iqamah dan shalat jumat ditegakkan.

Selesai shalat, tidak ada dzikir berjamaah, sebagian jamaah beranjak meninggalkan ruangan, sebagian lagi tetap duduk meneruskan dzikir, sebagian yang lain berdiri untuk melakukan shalat sunnah. Tidak ada kotak amal berjalan ketika khutbah, bagi yang hendak bersedekah telah disediakan kotak amal di pintu keluar masjid, atau langsung memberikannya kepada para pengemis yang telah mengantri di pintu masjid.

Saya beranjak ke halaman belakang komplek masjid, melihat di sana terdapat makam 2 orang Imam yang mendirikan dan mengajar pertama kalinya di masjid tersebut, semoga Allah merahmati keduanya. Ada tempat menaruh hio, sebagian peziarah berdoa dengan maupun tanpa membakar hio, sebagian lagi bertabaruk dengan mengusap-usap pada  batu makam.

Masjid Niujie yang dibangun tahun 996M dan diperbesar pada tahun 1694M, selain digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam yang tinggal di sekitarnya juga menjadi salah satu cagar budaya dan obyek pariwisata di kota Beijing.

北京:2012年5月18日


you can’t go

25 Mei, 2012

Beberapa kali, kita tidak bisa pergi mengikuti agenda yang sudah direncanakan jauh hari, terutama agenda yang bukan kita sebagai tuan rumahnya, hanya karena atasan. Walaupun sebelumnya sudah dikomunikasikan dan didukung, kondisi-kondisi yang muncul ketika mendekati waktu acara mampu menggeser dukungan menjadi penolakan. Atasan akan menyampaikan berbagai alasan yang meyakinkan kita untuk mengikuti pendapatnya: “you can’t go!”


city of north capital

24 Mei, 2012

Beijing, berbenah sejak tahun Olimpiade tahun 2008, berhasil merubah wajah dan warna kota menjadi lebih bersih, teratur, dan menarik. Berbagai warisan masa lalu maupun masa kemarin menjadi obyek yang menarik para pebisnis maupun wisatawan. Gelanggang-gelanggang olahraga menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Bekas apartemen atlet, ditawarkan kepada masyarakat sebagai hunian berprestise tinggi.

Walaupun masih ada kejijikan di beberapa tempat, terutama toilet umum, tetapi wajah kota secara umum menampakkan kebersihan. Masyarakat mulai terbiasa bersih dan menjaga kebersihan. Taman-taman peninggalan masa lalu maupun yang masih terus dibangun, menjadi tempat pelarian bagi penikmat senam Tai Chi di pagi hari, pejogging, maupun yang rehat di bawah pepohonan rindang, terpelihara dari sampah dan vandalisme.

Kota ini, menurut seorang rekan: “cukup livable” tetapi tidak memberi lebih dari cukup itu. Untuk membeli apartemen yang nyaman harus merogoh sekitar RMB40,000/m2 (Rp60 juta). Sementara harga tanah jauh lebih mahal. Memiliki rumah hanyalah bagi orang-orang yang sangat kaya. Para pekerja di Beijing perlu ekstra usaha untuk itu, jika sedang-sedang maka hanya cukup untuk menghidupi saja.

Walaupun harga kendaraan roda empat lebih murah daripada di Indonesia, dengan harga satu liter bensin setara dengan Rp15 ribu ditambah pengaturan kendaraan yang boleh melaju di lalu lintas kota berikut denda sangat tinggi bagi pelanggarnya, jumlah kemacetan dapat dikendalikan. Pemerintah kota memotivasi warga untuk menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta. Di berbagai ruas jalan masih disediakan jalur khusus untuk sepeda, mempertahankan warisan masa lalu.


rambut panjang aya

24 Mei, 2012

Aya, putri bajak lautku yang cantik rupawan, sama sekali tidak nampak femininnya, menyukai rambut panjang a la barbie dengan kostum jake & the neverland’s pirates. Saking inginnya berambut panjang, shampoo deedee untuk rambut panjang pun dikeramaskan pada rambut ikalnya, tidak cukup sehari sekali, setiap kali mandi plus setiap malam. Tak mempan dinasehati, bahwa rambut panjang tidak serta merta dan seketika, harus dengan asupan gizi yang baik, istirahat yang cukup, dan emosi yang terkendali. Aduh…

Bukannya menyimak, malah bersuara, tak suka babanya menceramahi dia, bersikeras untuk ke kamar mandi dan berkeramas. Untunglah ia belum bisa membuka sendiri pintu kamar mandi. Lalu digiringlah ke kamar tidur, menikmati bercengkerama dengan bantal dan guling. Yang lain sudah pulas, ia masih bercerita, hingga lelah dan terlelap dengan sendirinya…


arak dan rokok

23 Mei, 2012

Tak pelak, arak dan rokok menjadi teman hidangan dalam perjamuan makan orang Cina. Sekalipun makanan yang dihidangkan adalah halal dan dimasak oleh koki muslim, arak Cina selalu ada di dalam daftar minuman yang disediakan kepada para tamu. Terkadang kadar alkoholnya melebihi 70%, maka bagi yang pernah menyicipinya mengatakan “tidak berasa lagi arak”. Sedangkan beberapa arak dengan kadar alkohol lebih rendah maka dikatakan lebih terasa araknya dan lebih memabukkan.

Begitupun halnya dengan rokok, tuan rumah menyediakan rokok kualitas nomor satu seperti merek Chung Hwa yang diproduksi di Shanghai. Sebungkus rokok berisi 20 batang, memiliki harga tiga hingga lima kalinya dibanding rokok lain. Bagi beberapa perokok, rasa tembakau Chung Hwa dianggap masih lebih ringan daripada rokok Dji Sam Soe.

Dibanding memilih keduanya, sebagian orang memilih arak daripada rokok, sebagiannya memilih rokok daripada arak, dan ada sebagian lagi tidak memilih keduanya. Menurut pemahaman saya yang jahil, risiko hukum terhadap apa yang tertulis jauh lebih besar daripada yang tidak tertulis. Secara tegas, Allah di dalam kitab Alqur’an dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di dalam kitab-kitab Hadits, menyatakan keharaman khamr. Sedangkan pengharaman rokok, “hanya” berdasarkan kesimpulan para ulama dari dalil-dalil yang menguatkan pendapat tersebut.

Duduk satu meja dengan para peminum dan perokok, sudah tentu “kecipratan” dosa dan menunjukkan sedang rendahnya kadar keimanan orang tersebut. Sehingga jika “harus” memilih,  yang risiko dosanya lebih ringan adalah pilihan yang lebih baik. Wallahu a’lam.


%d blogger menyukai ini: