working lunch

Setiap kali tiba waktu makan, kami mengajak pemandu kami di Beijing untuk makan bersama dan setiap itu pula ia menolak. Ia memilih untuk makan di meja yang berbeda, bersama dengan pengemudi bus kami. Ketika kami tanyakan alasannya, ia hanya menjawab, “working lunch” atau “working meal”. Pada awalnya kami tidak memahami maksudnya, karena hal itu berbeda dengan kebiasaan di negeri kami. Seiring waktu bersamanya, kami mulai mengerti bahwa sudah menjadi “code of conduct” alias tata krama bahwa pemandu dan pengemudi telah dibayar untuk melayani tamu, tidak sepantasnya duduk dalam satu meja makan.

Pada makan malam terakhir, kami sengaja mengundang sang pemandu untuk duduk bersama kami. Kali itu bukanlah “working dinner” karena berasal dari luar paket pelayanan mereka. Selesai makan malam, ia terlihat sangat senang dan berterima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: