tarawih yang sunyi

Sudah dimaklumi oleh banyak orang, terutama yang tinggal di kampung-kampung, bahwa salat tarawih adalah ibadah yang khusus diadakan di bulan Ramadan. Sehingga mereka meramaikan salat tarawih bukan dengan konsistensi jamaah yang ramai hingga akhir Ramadan, melainkan meramaikannya dengan doa, zikir, salawat dan pujian yang dikumandangkan melalui pengeras suara, sambut menyambut penuh semangat bagai litani. Ketika hal ini ditiadakan, menyeruak kesenyapan penuh rasa kehilangan. Padahal sebagaimana ibadah salat sunah lainnya, tarawih adalah bentuk salat malam yang semestinya penuh kekhusyukan dan ketentraman jiwa. Lalu bagaimana kita mendapatkan suasana batin yang damai jika kita penuhi tarawih dengan riuh rendah?

Sudah sepantasnya kita bertarawih mengikuti langkah Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam dan para sahabatnya radiyallahu anhum. Mudah-mudahan mendapat ketetapan pahala bangun malam semalam penuh apabila mengikuti salat bersama imam hingga imam berlalu (salat selesai) [1]. Dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala hanya dari Allah, mudah-mudahan diampuni dosa-dosa kita yang telah lalu [2].

[1] “Sesungguhnya bila seorang shalat (tarawih) bersama imam sampai dia selesai, ditulis baginya (pahala) shalat semalam penuh”. (HR. Abu Daud,Tirmidzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani dalam Al Irwa` no: 447)

[2] “Barang siapa yang melaksanakan menegakkan Ramadhan (shalat Tarawih) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR.Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: