antara ketombe dan kutu rambut

Garuk-garuk kepala sering dilakukan ketika gatal, penyebabnya cuma 2: ketombe dan atau kutu. Ketombe adalah fenomena alami yang muncul pada kita yang masih hidup. Penyakit kulit ini muncul karena kecepatan pergantian sel kulit lebih cepat daripada laju normalnya. Pergantian sel kulit yang lebih cepat bisa disebabkan oleh banyaknya minyak yang dikeluarkan oleh kelenjar minyak yang berada di kepala, atau aktivitas mikroorganisme seperti jamur, bahkan bisa juga karena stress. Selain itu musim yang kering membuat produksi ketombe meningkat. Ketombe dapat dikendalikan produksinya dengan keramas satu kali sehari dengan sampo antiketombe atau minyak zaitun.

Jika gatal masih tetap terasa walaupun sudah keramas dengan sampo antiketombe, bisa jadi penyebabnya adalah kutu. Kutu rambut menempel erat di rambut dengan kuku kakinya yang seperti kait dan berkeliaran di antara rambut seperti Tarzan yang bergelantungan dan berpindah-pindah di antara pepohonan di hutan rimba. Ketika lapar ia turun ke kulit kepala lalu mengisap darah sehingga kulit kepala memerah dan inilah yang membuat kepala terasa gatal. Kutu menelurkan 3-5 butir telur setiap hari dan menelurkan kira-kira 100 butir telur dalam seumur hidupnya, telur-telur itu menempel pada rambut dengan perekat super kuat.

Pada abad pertengahan di sebuah kota di Swedia, kutu menjadi alat untuk memilih walikota. Para kandidat meletakkan janggut mereka di atas meja, kemudian kutu merayap dan menempel ke salah satu janggut para kandidat. Dialah yang menjadi pemenangnya. Penduduk asli Siberia memiliki adat istiadat menyatakan cinta sambil melemparkan kutu rambut seorang wanita kepada laki-laki yang dicintainya.

Kutu senang berpindah ke tempat yang baru dan menjalani hidup bersama manusia. Kutu rambut senang tinggal di rambut anak perempuan. Saking lengketnya, walaupun keramas setiap hari, kutu dan telurnya susah dihilangkan. Cara terbaik menghilangkannya adalah dengan mencari di seluruh rambut dan menangkapnya satu per satu. Untuk mengatasi kesulitan karena banyaknya kutu dan seringnya kutu berpindah-pindah, gunakan sisir serit.  Dibandingkan sisir serit jaman nenek dulu yang terbuat dari gading atau bambu, di jaman sekarang terbuat dari plastik sehingga memanaskannya dengan maksud sterilisasi malah membuatnya mengerut, namun untungnya membuat sisir menjadi lebih rapat.

Kabarnya minyak zaitun juga dapat melemahkan kutu, namun telur-telurnya tetap sulit dilepas jika tidak diserit. Bagus juga menggunakan cairan antikutu sebelum tidur malam dan keramas keesokan harinya. Dan yang lebih penting lagi, jangan gunakan sisir, headphone, topi, pita, bantal, handuk, secara bergantian dengan teman yang berkutu!

referensi: Yim, Sook Young, Buku Pengetahuan Paling Jorok, Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: