malam dan siang

gambar diambil di Depok, tanggal 3 Agu 2012 jam 05.19 (14 Rmd 1433) dengan kamera Panasonic Lumix DMC-FZ8, 18x zoom

Jika memperhatikan keterangan gambar bulan pada tulisan ini dibandingkan pada tulisan sebelumnya mungkin ada yang bertanya-tanya. Gambar yang diambil bada magrib pada 1 Agustus ditandai 13 Ramadan sedangkan gambar yang diambil bada subuh pagi ini 3 Agustus ditandai 14 Ramadan, mengapa bukan 15 Ramadan?

Di masa sekarang ini pengaruh kalender gregorian begitu luasnya, kalender yang disandarkan kepada siklus matahari selama setahun dan hari baru dimulai pada jam 00:00 dan diakhiri pada jam 23:59. Istilah bulan pada kalender gregorian pun rancu karena terdiri dari 30-31 hari dalam setiap bulan bahkan ada satu bulan yang hanya 28 atau 29 hari. Padahal siklus bulan sendiri hanya 29 atau 30 hari. Padahal juga sejak peradaban manusia dimulai, istilah hari adalah untuk menunjukkan waktu antara matahari terbit hingga terbenam, dan istilah malam adalah waktu antara matahari terbenam hingga terbit. Bahkan ada beberapa pendapat yang dianggap kontroversial menyatakan bahwa penanggalan yang tertera pada lukisan gua berumur 15.000 tahun dan torehan pada tulang berumur 27.000 tahun menggunakan sistem kalender bulan.

Di dalam Islam, agama yang diyakini oleh umatnya sebagai agama universal, Tuhan membagi satu tahun dalam 12 bulan [1] yang terdiri dari 29 atau 30 hari pada setiap bulannya sesuai dengan siklus bulan [2]. Dan sebuah tanggal dimulai sejak matahari terbenam (malam) kemudian terbit  hingga terbenam kembali (siang) [3]. Jika ini dipahami dengan baik, sesuai hasil sidang itsbat 1 Ramadan 1433 bertepatan dengan 21 Juli 2012 artinya bahwa 1 Ramadan 1433 sudah dimulai sejak magrib pada 20 Juli dan berakhir pada 21 Juli saat magrib. Maka keterangan gambar bulan dapat dengan mudah dipahami bahwa 13 Ramadan adalah sejak magrib 1 Juli hingga magrib 2 Juli dan 14 Ramadan adalah sejak magrib 2 Juli hingga magrib 3 Juli, sehingga potret bulan yang diambil bada subuh 3 Juli masih berada pada tanggal 14 Ramadan.

[1] “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus.” [QS At-taubah, 9: 36]

[2] “Sesungguhnya kami adalah kaum yang ummi. Kami tidak menulis dan tidak menghitung. (Hitungan) bulan itu sekian dan sekian“; maksudnya 29 hari atau 30 hari. [HR Albukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma]

[3] “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” [QS Ali Imran, 3: 190]

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [QS Al Anbiyaa, 21: 33]

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” [QS Al Furqaan, 25: 62]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: