dilema fatwa dan kenyataan

Menjelang pilkada Gubernur DKI putaran kedua, media massa melambungkan berita mengenai fatwa yang dikeluarkan oleh salah satu cabang dari lembaga keulamaan di Indonesia. Dan sebagaimana pada umumnya berlaku fasik, media massa mengemas berita sebegitu rupa sehingga fatwa tersebut seolah-olah berpotensi menguntungkan salah satu kandidat dan mengganjal kandidat yang lain. Padahal yang namanya fatwa tidak sembarangan dikeluarkan tanpa adanya permintaan dari umat dan tentu saja dengan mempertimbangkan pemahaman keagaamaan dan kondisi kekinian.

Di masa krisis moralitas seperti sekarang, kebanyakan umat berada dalam dilema antara mengikuti fatwa dan menilai kenyataan. Bagi mereka mungkin adalah pilihan yang sama-sama buruk, sehingga memerlukan fatwa untuk menguatkan mana yang lebih sedikit mudaratnya. Sayangnya ketika fatwa yang dikeluarkan tidak sesuai dengan “hati nurani” (atau mungkin “hawa nafsu”) maka menjadilah sebagian besar dari mereka keringat dingin dan mencari-cari justifikasi yang dapat disesuaikan dengan kepentingan masing-masing.

Lagipula, agama adalah nasehat. Fatwa sebagai salah satu sarana nasehat dari pemuka agama kepada umatnya, seharusnya disikapi dengan adil dan tidak perlu dipolitisasi. Karena ekslusivitasnya pun sebaiknya yang tidak berkompeten dan tidak mumpuni menjaga lisan dan hatinya untuk mengomentari. Oleh karenanya orang-orang dari luar komunitas umat yang dituju oleh fatwa itu sendiri sebaiknya juga menahan diri untuk berkomentar.

Wallahu waliyut taufiq.

http://nasihatonline.wordpress.com/2012/08/08/memilih-pemimpin-karena-agama-masih-pantaskah/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: