patriot dan loyalis

di masa revolusi, menjadi loyalis sama dengan setia kepada penguasa kolonial, sama dengan memperbudak diri kepada raja demi kelangsungan hidup yang sejahtera, sama dengan menjadi musuh bagi bangsa sendiri.

sedangkan menjadi patriot, sama dengan menjadi pembangkang kepada pemerintah, sama dengan membebaskan diri dari penjajahan untuk hidup berdikari, sama dengan menjadi pahlawan bangsa.

menjadi loyalis maupun patriot adalah keputusan yang sama-sama sulit. di antara keduanya ada kaum moderat yang bersikap pertengahan, mencoba untuk loyal dengan tetap berjiwa patriot. sebagian orang mengatakan bahwa para moderat ini tidak memiliki sikap yang tegas dan hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.

di masa kemerdekaan, para moderat mengambil peran yang besar untuk mengatasi perbedaan yang ada dan melelehkannya dalam kesatuan (konsep the melting pot). sebagian loyalis berpindah kewarganegaraan demi mempertahankan kualitas dan gaya hidupnya. sebagian lagi menerima kemerdekaan, bergabung dengan para moderat dan mewarnainya dengan loyalitas baru.

sedangkan para patriot, ada yang bergabung dengan para moderat untuk kemudian menjadi loyalis kepada pemerintahan merdeka. ada pula yang tetap berjuang untuk mempertahankan idealisme dan kemerdekaan sejati, tanpa khawatir akan ketidakpastian maupun kesejahteraan hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: