profesional is me (realita)

24 Oktober, 2012

profesionalisme itu dinilai dengan bagaimana kita bekerja dengan baik, bukan dengan bagaimana kita menguasai pekerjaan. (realita)

profesionalisme itu bekerja untuk dibayar sewajarnya, bukan bekerja sesuai bayaran. (realita)

profesional itu mengakui kekurangan dengan menawarkan perbaikan bukan dengan mengambinghitamkan pihak lain. (realita)

profesional itu memberikan hak giliran sesuai nomor antrian, bukan sesuai lamanya mengantri. (realita)

profesional itu menangani pekerjaan sedemikian sehingga terselesaikan dan memuaskan, bukan memuaskan sehingga terselesaikan. (realita)

profesional itu fokus kepada permasalahan dan berorientasi solusi, bukan fokus pada solusi dan mengembangkan masalah. (realita)

profesional itu bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil kemudian mengevaluasi hasil yang diraih. (realita)

profesional itu selalu sedia ketika dibutuhkan bukan selalu ada walau tidak dibutuhkan. (realita)

profesional itu tidak melulu menepati waktu yang dijanjikan, melainkan tepat guna dan tepat sasaran pada waktu yang tepat. (realita)

profesional itu mengerjakan sesuai kewenangan dan mengarahkan kepada yang berwenang, bukan menanggung kewenangan pihak lain. (realita)

profesional itu meletakkan pekerjaan kantor di kantor dan pekerjaan rumah di rumah dan tetap siaga di akhir pekan. (realita)

profesional adalah mengambil peran ketika semua pihak mengelak untuk berwenang dan berkepentingan 😦 (realita)

profesional adalah kita menghargai orang lain karena kedudukannya dan kita dihargai karena pencapaian prestasi. 🙂 (realita)

Iklan

tangan-Nya terbuka malam dan siang

5 Oktober, 2012

Dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah azza wa jalla senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang harinya dan Allah senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam harinya, dan yang demikian terus berlaku sampai dengan terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya.” [HR. Muslim]

Mengalami perjalanan di negeri yang berbeda zona waktu 12 jam daripada negeri asal, membuat saya merenungkan kembali hadits di atas dan beberapa hadits lainnya dengan fenomena alam yang hadir. Bukan bermaksud memikirkan perihal Allah, justru mengalami bulatnya bumi makin menambah keyakinan bahwa kemahabesaran Allah dan keberadaan-Nya yang di atas langit yang membuat segala sesuatunya (termasuk membuka tangan-Nya terus menerus di malam dan siang hari) adalah sangat mungkin bagi Dia, subhanahu wa ta’ala.


%d blogger menyukai ini: