motivation theory

Setiap orang memiliki motif atas segala hal yang dilakukannya, baik untuk keperluan pribadi maupun kepentingan pekerjaannya.  Menurut teori motivasi setidaknya ada 3 macam motif yang mendasari perilaku manusia: Motif Pencapaian, Motif Afiliasi, dan Motif Kekuasaan. Motif Pencapaian dapat berarti bahwa seseorang dalam mengerjakan sesuatu bermaksud untuk mencapai apa yang diinginkannya: ingin lebih baik, ingin menjadi yang paling baik, ingin menguji batas kemampuannya. Orang-orang dengan motif ini sepertinya tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah ada dan yang sudah dicapainya selama ini. Mereka progresif dan cenderung ambisius.

Motif Afiliasi dimiliki oleh orang-orang yang senang membangun dan merawat hubungan pertemanan dengan siapapun, baik kepada bawahan dan rekan kerja, bahkan kepada atasan. Orang-orang ini sangat tidak ingin mengecewakan teman-temannya, baik dalam urusan pribadi maupun urusan pekerjaan. Baginya seorang teman terlalu sedikit dan seorang musuh terlalu banyak. Orang-orang ini jarang peduli dengan pencapaian selama ia bisa bersama-sama dengan teman-temannya. kebanyakan orang dengan motif ini pandai merawat hubungan baik. Walaupun seringkali ia memerlukan kata “tidak” yang hampir hilang dari kamusnya.

Motif Kekuasaan lebih kepada pengakuan orang lain terhadap dirinya. Dengan motif ini seseorang mampu mencapai keinginan dan membangun afiliasi yang dibutuhkan untuk mengukuhkan pengakuan tersebut. Tidak melulu motif kekuasaan dimiliki oleh para pemimpin atau penguasa. Orang-orang biasa yang terpuaskan oleh pengakuan pun dapat memupuk motif ini untuk mempertahankan eksistensi mereka. Dengan motif ini misalnya, seorang penulis dapat menyebarkan pemikirannya dan memengaruhi orang lain, atau seorang ayah atau suami mengelola keluarga dan rumah tangganya, sehingga mereka dihargai, diakui, dan dihormati.

Di dalam ajaran islam, motif merupakan penggerak awal dari perbuatan. Nabi menyampaikan bahwa setiap perbuatan tergantung dari niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Dikenal sebagai niat, motif terbagi 2: Motivasi Duniawi dan Motivasi Ukhrawi (akhirat).

Nabi pun memperingatkan bahwa orang yang dalam perbuatannya dilandasi oleh motivasi duniawi akan Allah cerai beraikan urusannya, dijadikan kefakiran di pelupuk matanya (sehingga ia selalu dahaga akan dunia), dan dipenuhi dunianya sesuai dengan apa yang telah dituliskan takdir untuknya. Sedangkan orang yang dalam perbuatannya dilandasi oleh motivasi akhirat akan Allah mudahkan urusannya, dijadikan kekayaan di lubuk hatinya (sehingga ia selalu merasa cukup dengan apa yang ada), dan dunia akan datang kepadanya dengan menghinakan diri.

Sangat manusiawi apabila setiap orang melandasi perbuatannya dengan motivasi duniawi. Sehingga Allah sang pencipta pun membuat iming-iming akhirat sebagai balasan setiap amal perbuatan ke dalam bahasa duniawi yang mudah dipahami manusia. Apapun motif Anda dalam beramal, supaya selamat dunia akhirat, mudah-mudahan selalu diniatkan ikhlas karena Allah saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: