super bonus! pahala rabiul awal!

23 Januari, 2013

Raihlah Pahala di Hari Kamis, Jumat, Sabtu, Ahad dan Senin

_

Bismillâh.

Mulai besok, Kamis (24 Januari 2013) hingga Senin––pekan depan––(28 Januari 2013) adalah lima hari yang Allah berikan secara berturut² bagi Kaum Muslimîn untuk meraih pahala yang tiada terkira, insyâ Allâh. Bagaimana tidak? Pada lima hari tesebut, terdapat dua ‘Puasa Sunnah’ dan satu hari yang sangat agung, yakni hari Jumat.

❒ Besok, Kamis (12 Rabî’ul Awwâl 1434 H) dan Senin (16 Rabî’ul Awwâl 1434 H) adalah hari yang dinanti Kaum Muslimîn setiap pekannya untuk berpuasa, yakni ‘Puasa Sunnah Senin & Kamis'[1].

❒ Sedangkan lusa dan dua hari setelahnya, Jumat (13 Rabî’ul Awwâl), Sabtu (14 Rabî’ul Awwâl) dan Ahad (15 Rabî’ul Awwâl) adalah hari yang dinanti Kaum Muslimîn setiap bulan (Hijriah)-nya untuk berpuasa, yakni ‘Puasa Yaumul Bidh'[2].

_______________________

Footnote:

[1] Sunnah-nya Puasa Senin & Kamis berdasarkan hadis² berikut:

✔ Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَحَرَّىَ صِيَام الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيس

“Sesungguhnya Rasulullah––shallallâhu ‘alaihi wasallam––senantiasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. an-Nasâi dan Ibnu Mâjah. Lihat: Shahih Ibni Majah, 1414]

✔ Dari, Abû Hurairah––radhiyallâhu ‘anhu, ––Rasulullah––shallallâhu ‘alaihi wasallam––bersabda,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Amalan-amalan diperhadapkan kepada Allah Ta’ala pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka ketika diperhadapkan amalanku sedang aku sedang berpuasa.” (HR. at-Tirmidzi. Lihat: Shahih at-Targhib, 1041)

_

[2] Sunnah-nya Puasa Yaumul Bidh berdasarkan hadis² berikut:

✔ Abû Hurairah––radhiyallâhu ‘anhu––berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

“Kekasihku (yakni: Nabi––shallallâhu ‘alaihi wasallam––) telah berwasiat kepadaku (untuk mengerjakan): puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat shalat di waktu duha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. al-Bukhari no.1981, dan Muslim no.721)

✔ Dari Abdullâh bin Amr––radhiyallâhu ‘anhu––, Nabi––shallallâhu ‘alaihi wasallam––bersabda,

….وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ

“..Dan berpuasalah tiga hari pada setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan itu akan (dilipat gandakan) dengan sepuluh (kali) yang semisalnya. Oleh karenanya, seolah-olah engkau berpuasa selama sebulan penuh. (HR. al-Bukhari no.1976 dan Muslim no.1159)

✔ Abû Dzar ––radhiyallâhu ‘anhu––, Nabi––shallallâhu ‘alaihi wasallam––bersabda,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Wahai Abû Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya, maka berpuasalah pada (tanggal) 13, 14 dan 15.” (HR. at-Tirmidzi no.761. Hadits ini dinilai ‘hasan’ oleh Imâm at-Tirmidzi, dan dinilai ‘hasan shahîh’ oleh Muhaddits al-Ashr)

https://www.facebook.com/naufan.surya


si pelit

23 Januari, 2013

Pernah ada seorang kaya yang sangat pelit, terhadap tetangganya yang miskin pun ia tidak pernah mau berbagi. Sehingga si miskin tetangganya mengumpulkan uang sedemikian rupa untuk menjamu si kaya dengan hidangan yang cukup mewah sambil berharap agar si kaya mau berubah menjadi dermawan. Si kaya pun memenuhi undangan makan si miskin. Terhidang di hadapannnya berbagai makanan yang enak-enak. Si kaya sangsi bagaimana mungkin si miskin ini dapat menyediakan jamuan yang mewah. Mengetahui bahwasanya cuma-cuma, ia pun menikmati seluruh hidangan dengan lahap sampai kenyang. Ketika si kaya bersendawa karena kekenyangan, seketika itu pula ia muntah dan menangis tersedu-sedu. Si miskin memerhatikan hal ini dan mengira bahwa si kaya sudah sadar akan kepelitannya selama ini. Si miskin memberanikan diri bertanya, “Apa gerangan yang menyebabkanmu menangis begini, wahai Fulan?”

Si kaya mengusap air matanya, menatap wajah si miskin kemudian berkata, “Saya menangis karena sedih dan merasa sayang harus memuntahkan makanan enak yang saya makan dengan cuma-cuma ini.”


%d blogger menyukai ini: