Sandal kelinci

imageSejak awal Tsuraya tidak suka dengan sandal kelinci sehingga dibiarkan saja sandal tersebut menganggur begitu saja. Ketika adiknya, Athiya sudah mampu mengenakan sandal dan senang dengan sandal kelinci, Tsuraya menggugatnya.

“Itu kan sandal Aya!” sungut Tsuraya sambil berupaya merebutnya dari kaki adiknya. Athiya pun mempertahankan diri sambil mengerang, “Heeeh.”

“Sudahlah, Tsuraya. Nanti kalau adikmu bosan juga akan dilepasnya. Lagipula mana muat lagi sandal itu dengan kakimu?” ujar Bubu menengahi pertikaian.

***

“Baba mau ke mushala. Siapa ikut?” ajak Baba kepada anak-anak. Radya langsung beranjak pergi setelah berwudhu di rumah sedangkan Tsuraya meraih kerudungnya lalu segera mengenakan sandal kelinci incarannya yang sedang tidak dipakai Athiya.

Selesai salat, Baba tidak lagi mendapati Radya maupun Tsuraya di mushala. Tidak pula sandal Baba, hanya sepasang sandal kelinci tertinggal di halaman. Baba memungut sandal kelinci itu dan berjalan pulang tanpa alas kaki. Di jalan, Tsuraya mengadang tanpa kerudung dan memakai sandal Baba yang kebesaran untuk ukuran kakinya berkata,”Kok, Baba gak pake sandal?” Baba tersenyum, “Kan, sandalnya dipakai Tsuraya?”

“Kalau ayam ga pakai sandal, ya Ba?” tanya Tsuraya. “Iya, mana ada sandal yang pas untuk kaki ayam?” jawab Baba. “Baba, seperti ayam dong?” kata Tsuraya. “Heh, masa Baba harus pakai sandal kelinci? Mana muat?” Baba balik bertanya kepada Tsuraya yang disambut dengan ketawa, “Habisnya sudah kekecilan sandalnya, Ba.”

“Makanya Tsuraya kan gak perlu merebut sandal yang dipakai adik Athiya,” nasehat Baba, “sesuatu yang sudah tidak muat dan pas lagi buat kita, biarlah menjadi milik orang lain yang lebih membutuhkan dan lebih menyukainya.” Kemudian Tsuraya berkata, “Nanti Tsuraya dibelikan sandal kelinci yang lebih besar, ya?” :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: