celebrating joy and peace

30 Desember, 2013

if a muslim celebrate the joy and peace in this holiday season is certainly not because he was celebrating christmas and new year.

but he should celebrate his belief and thankful to God that He has already detain the heavens from torn, earth from split asunder, mountains from fall in ruins, and has suspend the painful torment.

as a sign of His love is much more greater than the sense of insult He obtained from the words: “God has begotten a son”

(ref: Quran, surah 19: 88-93)

Iklan

mengajarkan rasa bersalah

29 Desember, 2013

ketika anak kita yg masih kanak2 kedapatan mencelakai anak orang lain yg sepantaran atau yg lebih muda, tidak melulu mesti ada yg salah. orang dewasa tdk boleh memaksakan persepsinya pada si anak, dng terburu2 memberi cap buruk pada si anak.

bisa jadi ia tdk bermaksud demikian, bisa saja ia mengira apa yg dilakukannya sbg canda dan senda gurau. yg perlu dilakukan adalah menasehati bukan memarahi, utk merasa bersalah. mengajarkan cara yg baik utk berani bertanggung jawab dan meminta maaf.

sbg orang tua yg dewasa kita perlu menanamkan pendirian utk tegar, menyesali dan tdk mengulangi lagi kesalahan itu, serta cinta kasih utk lebih peduli kpd sesama.


keep up the good blogging

12 Desember, 2013

Happy Anniversary!

You registered on WordPress.com 7 years ago!

Thanks for flying with us. Keep up the good blogging!


hanya keramahan sekadarnya

6 Desember, 2013

di bandara soetta, di negeri yg menurut orang terkenal dengan keramahannya, kita dapat bertemu dengan berbagai macam orang, dengan tingkahnya masing-masing. gaya hidup digital telah membuat setiap orang yg memilikinya sibuk dengan urusan virtual.

sebagian dari mereka yang generasi menengah sibuk bertelepon. sebagian lagi yang generasi muda asyik ber-“media sosial”. sebagian generasi cilik bersenang-senang dengan permainan di tabletnya. sebagian generasi senior sibuk dengan termenung.

ada yang sambil berjalan, menabrak orang lain. ada yang sambil membawa troli dan tersandung hingga barang-barangnya jatuh berantakan. ada pula yang sambil menanti taxi duduk di atas troli hingga terjungkal dan berantakan. bahkan adapula yang anak bayinya menangis keras.

perhatian orang lainpun diberikan sekadarnya. mengaduh, mempersalahkan, melihat, ada juga yang mempergunjingkan. namun reaksi itu sekejap lalu kembali dengan kesibukan virtual masing-masing. ada yang menawarkan pertolongan, membantu sekadarnya, mendapat ucapan terima kasih serta senyuman pun sekadarnya.

di negeri yang menurut orang terkenal dengan keramahannya, kini hanya menjadi sekadarnya. tapi kita masih boleh berharap, “kata orang” mudah-mudahan tidak hanya sekadarnya apalagi tinggal legenda.


%d blogger menyukai ini: