mencari ketenangan jiwa

8 Maret, 2014

Betapa banyak manusia yang mencari ketenangan jiwadengan lari kepada minuman keras, penyalahgunaan narkotika, atau tempat-tempat hiburan. Yang semua itu sama sekali tidak menghilangkan kegundahan dan kerisauan, malah mendatangkan tambahan persoalan dalam hidup mereka.

Padahal seandainya seorang yang berislam dengan jujur mau mengetahui, ketenangan itu didapatkan dengan menghadiri majelis ilmu. Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allâh, mereka membacakan kitabullâh dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allâh memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya.

Semestinya banyak yang berebutan menghadiri majelis ilmu untuk mendapatkan ketenangan yang selama ini ia cari. Kegelisahan yang selama ini ia ingin lari darinya demi mendapat keteduhan, kecuali akan ia dapatkan di majelis ilmu. Karena di dalamnya dibacakan ayat-ayat Alquran dan hadits nabi, dan telah dijanjikan ketenangan jiwa sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

faedah dari taklim bada magrib di masjid almuhajirin wal anshar oleh ust. Wira al-Bangkawy. 8/3/14


jangan meremehkan perkara kecil

8 Maret, 2014

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS 31:16)

Adalah kita seringkali menganggap perkara-perkara kecil adalah hal yang biasa diremehkan. Karena tidak signifikan maupun tidak fantastis sehingga patut diabaikan. Tidak peduli bahwa yang kecil-kecil itu tetaplah terhitung di catatan amal.

Padahal terlambat walaupun sebentar tetaplah terlambat. Berdusta walaupun kecil dan membuat tawa tetaplah berdusta. Membuang sampah sembarangan walaupun sepotong kulit kacang tetaplah sembarangan. Mencuri walaupun sebatang pensil pun tetaplah mencuri.

Sedangkan senyuman yang tulus walaupun sesungging tetaplah senyuman. Sedekah walaupun sesen pun tetaplah sedekah. Menepati janji walaupun kepada anak kecil pun tetaplah disebut tepat janji. Berbuat baik walaupun sekadar menyingkirkan duri di jalanan tetaplah sebagai wujud keimanan.

Oleh karenanya, patutlah bagi kita mulai memperhatikan hal-hal kecil dan tidak meremehkannya. Bukan untuk mempersoalkan, melainkan untuk berbuat lebih baik. Agar balasan dari Allah yang kita harapkan adalah balasan yang baik pula.


%d blogger menyukai ini: