tahan komentar anda

17 Juni, 2014

Jangan selalu merasa wajib berkomentar negatif atas sesuatu yang tidak kita setujui. Kita tidak punya hak untuk mengkritisi dan mengkritik segala hal. Mari ingat kata-kata bijak berikut:

  1. Tinggalkan apa-apa yang tidak langsung terkait dengan diri kita secara pribadi.
  2. Jika tidak tahu mau bilang apa, tetaplah diam.
  3. Tergolong dusta adalah meneruskan apa yang didengar atau dibaca dari satu kelompok ke kelompok lainnya.
  4. Orang yang mengadu domba orang lain tidak akan masuk ke Surga
  5. Menceritakan tentang seseorang akan hal-hal yang tidak disukainya walaupun itu benar adalah ghibah yang dosa, akan mendapat siksa di kubur dan di hari kiamat
  6. Nasehat haruslah dengan baik (dengan dekat, secara pribadi dan sebisa mungkin rahasia atau empat mata)
  7. JANGAN berkata atas nama Allah. Kita boleh berpendapat dengan apa yang kita ilmui. Orang lain juga punya pendapat.
  8. Kasihilah orang lain sebagaimana anda ingin dikasihi.
  9. Orang yang membuka aib orang lain, akan dibuka aibnya oleh Allah.
  10. Lihat dirimu sendiri sebelum melihat orang lain

www.fb.com/IslamForKids123


tidak ada jadwal ujian

5 Juni, 2014

Banyak orangtua ikut sibuk ketika musim ujian sekolah. Ayah atau ibu mendampingi anaknya mengulang pelajaran untuk menghadapi ujian. “Besok ujian apa?”, “Nak, ayo belajar!”, “Jangan bikin malu orang tua”, “Ayo kamu pasti bisa!”, dan seabrek kalimat lainnya yang serupa.

Jadwal ujian ditempel di tempat yang mudah terlihat. Dengan begitu orang tua dapat mengingatkan anaknya apa materi yang harus dipelajari. Tak jarang orang tua nimbrung belajar, belum lagi mendapati apa yang dipelajari jauh berbeda, “Aduh, pelajaran anak sekarang, susah ya? Di masa ibu sekolah dulu tidak seperti ini.” Nah lho!

Kebanyakan orang tua ingin anaknya berhasil melalui ujian dengan baik dan memperoleh nilai yang bagus. Segala upaya dilakukan orang tua agar anaknya mau belajar menjelang ujian. Namun sayangnya semua yang dipelajari dengan seketika tidaklah meresap dan sangat mungkin sirna segera setelah ujian selesai.

Di rumah belajar Ibnu Abbas, anak-anak dipersiapkan sepanjang waktu untuk menghadapi ujian. Pada setiap harinya anak-anak dibiasakan murajaah (mengulang) pelajaran di rumah. Apa yang diujikan adalah semua hal yang telah dipelajari dan telah dihapal. Dengan demikian mereka akan terbiasa menghadapi ujian dengan penuh kesiapan walaupun tanpa jadwal.

Lagipula, ujian kehidupan akan selalu kita hadapi sewaktu-waktu tanpa jadwal, bukan?


%d blogger menyukai ini: