mengelola depresi

image

Berita kematian Robin Williams tidak dipungkiri memunculkan kesan sedih pada hati sebagian manusia. Aktor komedian berbakat yang telah menghibur jutaan orang di layar lebar itu ditemukan tewas di rumahnya.  Investigasi koroner menduga penyebab kematian adalah bunuh diri karena ditemukan bukti asfiksia [1]. Juru bicara media keluarganya mengatakan bahwa dia telah lama bertarung untuk mengatasi rasa tertekan [2]. Kematiannya yang tiba-tiba memunculkan begitu banyak tanda tanya. Bahkan ada yang mengatakan kematiannya adalah tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang penghibur hati banyak orang tidak mampu mengatasi depresi [3].

Bunuh diri dianggap sebagai kematian yang terkait dengan keyakinan. Bagaimana jika ternyata keyakinan itu salah? Sampai-sampai sebuah artikel di situs psikologi mengulas pelajaran yang dapat diambil dari kematian Robin Williams [4].

Bunuh diri menurut ajaran Islam adalah salah satu dari dosa-dosa besar. Tidaklah orang yang melakukannya kecuali ia telah berputus asa dari rahmat Allah. Padahal di antara ciri orang yang beriman adalah tidak berputus asa [5][6][7]. Allah juga telah berfirman, “Manusia tidak jemu-jemu memohon kebaikan. Dan kalau ia ditimpa kesusahan maka menjadilah ia seorang yang sangat berputus asa, lagi sangat nyata kesan putus harapnya (dari rahmat pertolongan Allah).” [8] Kesan putus harapan ini ditampakkan dengan melarikan diri kepada minuman keras dan obat-obatan, baik melalui resep dokter seperti anti-depresan maupun karena penyalahgunaan, sedangkan bunuh diri menjadi puncak keputusasaan.

Oleh karena itu, Rasulullah s.a.w. telah memberikan panduan bagi seorang muslim yang ditimpa kecemasan dan kesedihan dengan doa. Orang yang berdoa meyakini keberadaan Allah. Ia meyakini bahwa Allah pasti memiliki semua jawaban atas pertanyaan. Orang yang berdoa juga meyakini bahwa Allah pasti menguasai perbendaharaan untuk membebaskan dirinya dari kesusahan. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah s.a.w. adalah, “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu daripada ditimpa kesusahan dan kedukaan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada kekikkiran dan rasa pengecut, dan daripada desakan berutang dan paksaan orang.” [9]

Semoga Allah menyelamatkan kita dari berputus asa.

***

[1] http://abcnews.go.com/Entertainment/actor-robin-williams-dead-63/story?id=24937522

[2] http://edition.cnn.com/2014/08/11/showbiz/robin-williams-dead/index.html

[3] http://edition.cnn.com/2014/08/11/opinion/seymour-robin-williams/index.html?hpt=op_t1

[4] http://www.psychologytoday.com/blog/science-and-sensibility/201408/what-can-we-learn-comedian-robin-williams-suicide?tr=MostViewed

[5] http://quran.com/12/87

[6] http://quran.com/29/23

[7] http://quran.com/39/53

[8] http://quran.com/41/49

[9] HR. Al-Bukhari 7/158

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: