puasa itu ringan, salat itu berat

T: “ndi, menurut kamu puasa daud itu asyik ga?”

A: “mas, mau puasa daud?”

T: “iya nih, ndi. daripada gue ga pernah makan siang. mending diniatin sekalian aja puasa daud. bagaimana?”

A: “alhamdulillah. bener tuh mas, banyak keutamaannya tuh.”

T: “oh ya? katanya bagus buat penempaan jiwa juga ya?”

A: “bener banget, mas.”

T: “cocok, kan?”

A: “cocok dong. puasa apapun sebenarnya ringan. apalagi buat orang seperti mas yang ga pernah makan siang. justru yang berat, itu salat.”

T: “ah, lu nyindir gue, ndi?”

A: “eh, maksud saya gak begitu, mas. begini, salat itu memang berat bahkan buat yang rajin salat pun. contohnya ketika sedang kerja atau rapat kemudian waktu salat tiba. alih-alih menghentikan aktivitas untuk salat barang 5-10 menit saja, malah meneruskan pekerjaan bahkan hingga waktu salat habis.”

T: “gue akuin, ndi. gue sih, kepingin salat bukan sekadar kewajiban, tapi kebutuhan. mesti datang dari dalam hati agar salat gak asal-asalan.”

A: “iya, mas. Allah bilang bahwa salat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. yaitu mereka yang yakin akan menemui Tuhan nya dan dikembalikan kepada-Nya.”

T: “gue udah mulai mencoba salat lagi, paling tidak ketika di rumah. sebelum tidur salat isya dulu, dan sebelum berangkat kantor salat subuh dulu. tapi ya itu untuk salat yang lain belum.”

A: “bagus tuh, mas. lanjutkan dengan salat lainnya. semoga Allah memudahkan.”

T: “ajarin gue, ya, ndi.”

A: “insya Allah, mas. barakallahufikum.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: