konsisten dalam kebaikan

31 Oktober, 2014

konsisten dalam kebaikan

walaupun kecil dan sedikit namun terus menerus diamalkan tanpa rasa bosan, tanpa pamrih, dan ikhlas.

apalagi jika dalam bentuk yang besar dan banyak, apabila mampu, konsisten, dan ikhlas, tentu lebih baik lagi.

(07-01-1436) – at City Plaza

View on Path


memilih wafat

30 Oktober, 2014

jika boleh memilih, dalam kondisi apakah anda wafat kelak? siapakah yang akan menyalati jenazah anda? bagaimana anda mengupayakannya?

seorang muslim tentu merindukan akhir hayat yang baik. merindukan disalatkan jenazahnya oleh ahlu tauhid. seorang hamba yang beramal, Allah pula yang memudahkannya.

sebagaimana seorang hamba yang wafat pada hari ini, Allah telah memudahkannya untuk disalati oleh ahlu tauhid.

semoga Allah mengampuni dan merahmatinya.

http://m.tribunnews.com/nasional/2014/10/30/presiden-jokowi-salatkan-jenazah-soegeng-sarjadi-di-masjid-amwa-cinere

View on Path


kerja, kerja, kerja

29 Oktober, 2014

ketika orang lain menganggapmu lamban bergerak, mereka tidak melihat gejolak yang bergemuruh di dalam benak dan hatimu.

ketika orang lain kemudian menganggapmu tergesa-gesa melangkah, mereka tidak melihat bagaimana engkau telah mengurai gejolak dan menyusunnya rapi.

ketika orang lain menganggapmu rendah, mereka tidak melihat kepedulianmu kepada dunia yang terabaikan.

ketika orang lain menganggapmu bergaya tinggi, mereka tidak melihat perjuanganmu meniti kesukaran dan membangun kenyamanan.

ketika orang lain menganggapmu tak bermutu, mereka tidak melihat apa yang tersembunyi di balik cangkang sederhanamu.

ketika orang lain beranggapan buruk kepadamu, mereka tidak melihat bagaimana engkau susah payah menjalin kebaikan.

ketika orang lain kehabisan peluru untuk menghujatmu, mereka tidak memberi kesempatan pada diri mereka untuk mengakui bahwa engkau tidak membalasnya.

itu semua karena kamu sepenuhnya bekerja untuk Dia, dan engkau tak hirau dengan berbagai sebutan manusia.

(06-01-1436)

View on Path


setiap kejadian adalah ujian

27 Oktober, 2014

setiap kejadian adalah ujian

engkau mendapat karunia, ujian akan rasa syukurmu.

engkau mendapat musibah, ujian bagi rasa sabarmu.

engkau berbagi berkat, ujian atas rasa ikhlasmu.

engkau menumpuk upaya, ujian untuk bentuk tawakalmu.

engkau menanggung amanah, ujian dari hasrat khianatmu.

engkau melihat kebaikan, ujian buat rasa dengkimu.

engkau mendengar tentang bahagia, ujian pada rasa prihatinmu.

engkau menerima kesuksesan, ujian kepada rasa malasmu.

engkau menempuh jalan, ujian agar engkau mampu menikmati setiap butiran debu yang menyempurnakan amalmu.

(02-01-1436)

View on Path


awal yang baru

25 Oktober, 2014

semoga Allah melimpahkan kebaikan, keberkahan dan kesuksesan di tahun baru.

[01-01-1436] – at Taman ventura indah 2

View on Path


tawakal

24 Oktober, 2014

tawakal itu mempercayai campur tangan Allah pada setiap upaya dan hasil kerja manusia.

semakin tinggi tingkat iman seseorang, semakin tawakal ia kepada Allah.

tidaklah meninggi keimanan seseorang kecuali ia mengilmui tentang Allah.

View on Path


dua nikmat terlalaikan

23 Oktober, 2014

siapa sih yang ingin sakit?
barangkali semua kita mendambakan selalu sehat.

siapa pula yang ingin selalu sibuk?
barangkali hampir semua kita menginginkan waktu luang.

namun apakah kita benar-benar memanfaatkan kedua nikmat itu dengan baik?

apabila sehat kita gunakan untuk beribadah dan apabila luang kita gunakan untuk kebajikan?

ataukah apabila sakit kita baru mengingat Tuhan dan apabila sibuk kita baru merindukan kesempatan beramal?

(29-12-1435)

View on Path


ini waktu berdoa

22 Oktober, 2014

di antara derik jangkrik, malam merayap larut, sayup kudengar kokok ayam.

sepenggal harapan hampir kutitipkan, kepada malaikat yang berkunjung,

bila kutangkap lamat suara anjing yang menggonggong, kupanjatkan doa perlindungan.

bergantian kokokan ayam susul menyusul gonggongan anjing. terdiam aku, ragu.

terkejut, sadar menamparku: ini waktunya berdoa. tak peduli untuk memohon perlindungan atau menggantungkan harapan.

ini waktunya berdoa, mendoakan kebaikan, keberkahan dan pengampunan.

[28-12-1435, 23:50 wib]

View on Path


di dalam salat ada kesibukan

21 Oktober, 2014

Imam Al-Ghazali -semoga Allah mengasihinya- pernah menceritakan sebuah kisah anekdot di dalam Ihya Ulumiddin. Kisah itu tentang seseorang yang lupa akan suatu barang kemudian orang tersebut melakukan salat. Di dalam salatnya ia berhasil mengingat kembali barang yang hilang atau urusan-urusan yang terlupakan di luar salat.

Barangkali ini kisah yang juga sering kita alami, di mana salat dijadikan sarana untuk memikirkan hal-hal. Entah itu tentang pekerjaan, tentang keluarga, tentang utang-piutang, atau tentang lain-lain. Salat kita menjadi terganggu dan tidak khusyuk. Pikiran yang membuat kita terlupa akan bacaan dan gerakan salat, bahkan lupa rakaat salat.

Padahal Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

إن في الصلاة لشغلا

“Sesungguhnya dalam salat itu sudah banyak kesibukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam salat ada kesibukan untuk merenungi bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan salat. Dimulai dari takbiratul ihram, membaca doa istiftah, berkomunikasi dengan Allah melalui surat Alfatihah, membaca beberapa ayat dari Alquran.

Dilanjutkan dengan rukuk pengakuan, bangkit dari rukuk, kemudian sujud penghambaan. Duduk di antara dua sujud, hingga tahiyat penghormatan dan salawat. Diakhiri dengan doa dan salam. Masing-masing gerakan dan bacaan salat memerlukan konsentrasi makna dan sikap menghadap kepada Ilahi.

Apabila orang yang salat sibuk dengan memaknai salatnya, maka ia tidak akan sempat memikirkan hal-hal di luar salat. Sebelum salat ia akan menghilangkan semua sebab yang akan membuat salatnya terganggu. Ia akan fokus dalam salatnya, khusyuk dan bersemangat.

Dan apabila orang yang salat selesai dengan salatnya, ia pun dapat memfokuskan diri untuk mengerjakan yang lain, bekerja dan meraih karunia dari Allah.


keluh kesah

21 Oktober, 2014

70:19-22

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

إِلَّا الْمُصَلِّينَ

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,

View on Path


%d blogger menyukai ini: