indeks produktivitas

4 November, 2014

Indeks produktivitas, PI, sebuah sumur didefinisikan sebagai stock tank barrel minyak yang dapat diproduksikan per harinya per psi (pound per inci persegi) dari penarikan tekanan. PI adalah perhitungan terhadap potensi kemampuan alir dari sumur.

Dalam pengertian yang mudah, indeks produktivitas adalah perbandingan antara laju produksi harian terhadap perbedaan tekanan.

PI biasanya cukup konstan, tetapi nilainya dapat jatuh apabila perbedaan tekanan menjadi sangat besar akibat dari hal-hal berikut:

1. Turbulensi, dimana tekanan meningkat lebih pesat daripada laju produksi.

2. Berkurangnya kemampuan permeabel efektif dari minyak akibat meningkatnya kejenuhan gas dan perubahan porositas akibat kompresi formasi.

3. Meningkatnya kekentalan minyak akibat keluarnya gas terlarut.

Indeks produktivitas sebuah organisasi mirip dengan PI sumur minyak. Pada dasarnya pekerja akan produktif secara optimum terbatas pada insentif, tenaga dan waktu. Dengan demikian PI akan selalu konstan apabila dijaga pada kondisi yang optimum.

Ketika organisasi menerapkan perbedaan tekanan yang cukup besar, misalnya memasang target jauh lebih tinggi dari kewajaran, mutasi atau perubahan struktur besar-besaran, akan terjadi turbulensi dan dapat menurunkan produktivitas.

Atau ketika kondisi terlalu jenuh atau terlalu tertekan sehingga tidak memiliki ruang gerak yang cukup, misalnya akibat dari kelambanan dalam proses, birokrasi, dan keputusan, terlalu banyaknya tugas lembur, pengurangan pekerja, serta hilangnya kesempatan cuti, juga dapat mengurangi produktivitas.

Apalagi jika terjadi pengurangan insentif atau hilangnya motivasi sehingga mengendurkan moral pekerja, tentu saja indeks produktivitas akan jatuh.

(11-01-1436) – at Wisma Mulia

View on Path


find your stillness

4 November, 2014

In an age of distraction, find your stillness (Bo…: http://youtu.be/54p5EF78lhw

Ketika manusia diganggu oleh kesibukan, ingar bingar dan kerepotan akan segala urusan, mereka memerlukan ketenangan, ketenteraman dan keteduhan.

Allah Ta’ala telah menjadikan shalat sebagai ketenangan, ketenteraman dan kenikmatan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau bersabda, “Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad, sanadnya sahih)

Beliau juga bersabda, “Dan ketenanganku dijadikan di dalam shalat.” (Diriwayatkan oleh dan Ahmad dari Anas, sanadnya hasan). 

[11-01-1436]


%d blogger menyukai ini: