cerita hujan

12 November, 2014

^^ Abang:

“Dek,

Biarlah hujan turun, membasahi bumi yang kering, sebagaimana hati kita yang kering dibasahi oleh zikir.

Biarlah hujan tumpah, menghidupkan tanah yang tandus, sebagaimana hati kita yang tandus dihidupkan oleh zikir.

Biarlah hujan menyirami, menumbuhkan tanam-tanaman, sebagaimana hati kita menumbuhkan cinta oleh karena zikir.”

^^ Adek:

“In other words..
Biarlah abang pulang jika hujan telah reda,
Supaya ngga basah..
😁”

(19-01-1436)

View on Path


takwa

12 November, 2014

Sederhana saja, cuma satu kata, tapi konsekuensinya. Eh, jangan lihat susahnya, lihat yang dijanjikan oleh-Nya: SOLVED!

View on Path


paling-paling

12 November, 2014

Kalau kita terus menerus melihat keburukan orang lain, maka tidak ada yg tersisa kecuali melihat diri kita berada pada tempat yg paling baik.

Kalau kita terus menerus mempersalahkan orang lain, maka tidak akan tersisa kecuali kita berada pada kondisi yg paling benar.

Kalau kita terus menerus memandang dosa orang lain, maka tidak akan tersisa kecuali kita memandang diri sendiri paling suci.

View on Path


%d blogger menyukai ini: