tentang buruk sangka

31 Januari, 2015

Berburuk sangka itu mudah. Saking mudahnya ga perlu usaha. Cukup gunakan mata, telinga, dan mainkan perasaan.

Sayangnya tidak berpahala, malah berdosa.

View on Path


mengingat mati

31 Januari, 2015

Sebagaimana mereka, begitu pula kita.

View on Path


ziarah kubur

30 Januari, 2015

Sejahtera ke atas kamu wahai penghuni kampung,
daripada orang-orang mukmin dan muslim.
Sesungguhnya kami dengan kehendak Allah akan mengikuti kamu.
Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang pergi dahulu dan yang mengikuti kemudian.
Kami memohon kepada Allah kesejahteraan bagi kami dan kamu.

(HR. Muslim dan Ibnu Majah)

View on Path


tentang kebaikan

29 Januari, 2015

Bapak saya mengajarkan 3 hal: agar dalam hidup selalu berbuat baik, tidak menunjukkan kedengkian, dan pagar rumah yg terbaik adalah pagar hidup: yaitu para tetangga.

Karena masalah hidup akan selalu sama, di manapun kita tinggal, maka ketiga hal tersebut akan sangat bermanfaat.

Perbuatan baik akan selalu berbalas kebaikan. Menyembunyikan kedengkian akan menyelamatkan kita dari kedengkian orang lain. Bertetangga dengan baik akan membuahkan kerukunan bermasyarakat.

View on Path


tentang istigfar

27 Januari, 2015

Pada setiap nyeri yg kau rasa, pada setiap tarikan napasmu yg tersengal, pada setiap kesal yg kau keluhkan, pada tubuhmu yg terus melemah: selalu kudengar lirih istigfar terucap dari bibirmu, Bapak.

Aku terus mengharap, engkau mendapati Thuba (kebahagiaan, keberuntungan) yg telah dijanjikan.

View on Path


tentang sakit

27 Januari, 2015

Berbulan-bulan kepayahanmu yang lalu berjuang melawan sakit, Bapak. Engkau telah terus menerus mengharapkannya sebagai penghapus bagi dosa-dosamu.

Rasa lelah kami yang telah lalu di sisimu, Bapak. Kami mengharapkannya lebih dari sekadar bakti, tetapi juga sebagai penghapus dosa-dosa kami.

Beristirahatlah, Bapak, setelah sirna semua rasa letih dan nyeri itu. Biarkanlah kami terus merangkai doa untuk kesejahteraan engkau.

View on Path


waktu bersama anak

26 Januari, 2015

Bapak saya telah mengajarkan bahwa waktu bersama anak adalah kebutuhan mendasar, yaitu dengan cara memberikan waktu yg ia miliki sepenuh apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya.

View on Path


%d blogger menyukai ini: