berbuat baik kepada ibu bapak

28 Februari, 2015

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

(QS 17:23) – at rumah belajar Ibnu Abbas

View on Path

Iklan

pernikahan tidak harmonis

26 Februari, 2015

الزواج أيها الإخوة ليس إنبهارا،
الزواج أيها الإخوة معاملة دائمة الإنسان في بيته،
يتخلى مما يكون متلبسا به خارج بيته،
يحتك بإنسانة تطالبه بمطالب ويطالبها بمطالب،
يعيشان معا فتر ة طويلة.
هذا الأمر لا يمكن أن يحكمه،
ولا يمكن أن يجعله قائما صحيحا مستمرا متجددا،
تتدفق فيه دماء الحب و السعادة،
إلا الدين مع حسن الخلق.

Pernikahan, wahai saudaraku, tidaklah selalu memesonakan.

Pernikahan, wahai saudaraku, adalah pergaulan yang langgeng antara insan di dalam rumahnya.

Kadangkala terabaikan, terusir dari rumahnya, cekcok, istri menuntut suaminya, suami menuntut istrinya.

Pernikahan adalah hidup bersama dalam waktu yang panjang.

Perkara ini tidak selalu harmonis, juga tidak dapat melulu bertahan, baik-baik saja, lestari, indah, dalam jalinan cinta dan kebahagiaan.

Kecuali dengan agama dan bagusnya akhlak.

***

[Hak-hak suami istri, Sulaiman ar-Ruhaili, hlm. 11]

View on Path


brengsek

25 Februari, 2015

العاقل إذا أخطأ يتأسف، والأحمق إذا أخطأ يتفلسف

Orang berakal jika bersalah ia menyesal, orang brengsek jika bersalah ia beralasan.

View on Path


3 macam harta yang bernilai

25 Februari, 2015

ليتخذ أحدكم قلب شاكرا، و لسانا ذاكرا، وزوجة مؤمنة، تعين أحدكم على أمر الآخرة.

رواه الترمذي و أحمد وابن ماجه

“Hendaklah kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, istri yang beriman yang menolong kalian pada urusan akhirat.”

Diriwayatkan oleh At-Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah.

View on Path


ayam di dalam botol

24 Februari, 2015

Siapa yang bisa mengeluarkan ayam dari dalam botol?

***

Pada sebuah pertemuan akhir sebelum ujian akhir pelajaran bahasa arab, datanglah murid kepada gurunya mengadukan betapa sulitnya belajar bahasa arab.

Guru tersebut lalu bertanya kepada seluruh murid di kelasnya apakah mereka setuju dengan hal tersebut? Lalu ramailah kelas atas pertanyaan sang guru dengan berbagai macam jawaban.

Maka guru memutuskan untuk mengganti pelajaran hari itu dengan sebuah permainan. Guru menggambar di papan tulis sebuah botol dengan ayam betina berada di dalamnya.

Ia berbalik menghadap kepada para murid lalu bertanya: ” Siapa yang bisa mengeluarkan ayam dari dalam botol?”

Para murid berupaya menjawab pertanyaan tersebut tetapi semuanya tidak berhasil menjawabnya dengan benar.

Suasana kelas menjadi sepi. Lalu terdengar suara putus asa dari ujung kelas: “Pak Guru, ayamnya tidak bisa keluar kecuali botolnya dipecahkan atau kita bunuh si ayam.”

Sang guru berkata, “Oh, tidak boleh begitu.”

Lalu si murid berkata dengan nada sarkastis, “Kalau begitu, cari saja orang yang memasukkan si ayam ke dalam botol agar dia mengeluarkannya.”

Kelas pun bergemuruh dengan tawa para murid. Kemudian hening kembali.

Sang guru lalu berkata, “Benar! Itulah jawabannya! Hanyalah orang yang memasukkan si ayam ke dalam botol yang bisa mengeluarkannya. Begitu pula dengan kalian! Kalian telah memiliki konsep bahwa bahasa arab itu sulit. Tidak peduli bagaimana saya menjelaskan dan mencoba membuatnya lebih mudah, maka tidak akan berhasil. Siapapun tidak dapat membantu kalian. Kecuali jika kalian semua melepaskan anggapan tersebut sebagaimana kalian telah menyetelnya di dalam pikiran kalian tanpa bantuan siapapun.”

***

Demikianlah kisah tentang ayam di dalam botol. Berapa banyak ayam yang telah kita masukkan ke dalam botol pikiran kita?

Maka tidak satupun di dunia ini susah, jika kita mendahulukan iman kepada Allah. Lalu bangun konsep dalam pikiran kita bahwa tidak ada yang sulit, kecuali kemauan kita yg membuatnya sulit. Buatlah konsep yang mudah. Maka semua hambatan dan masalah akan mudah diatasi.

Dengan demikian kita semua dapat mengeluarkan ayam dari dalam botol.

***

View on Path


tentang buruk sangka

23 Februari, 2015

Pernah dengar kisah Haditsul Ifki? Tentang Bunda Aisyah radiyallahu anha dipergunjingkan, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat-ayatNya untuk menyucikan beliau dari tuduhan jahat.

Kisah itu menunjukkan betapa besar potensi buruk sangka di dalam umat ini. Padahal ketika itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam masih berada di antara mereka.

Apalagi di saat ini, sepeninggal beliau, masanya fitnah merebak merajalela. Alangkah baiknya jika kita mampu menjaga lisan dan tingkah laku kita dari membuka pintu bagi buruknya persangkaan orang lain kepada kita.

View on Path


tentang hujan

23 Februari, 2015

Dari langit yang tumpah. Hujan ini pernah membuatku memburumu. Bertahun yang lalu. Padahal hanya untuk mengenalmu. Menyemai rasa.

Masih dari langit yang sama. Biarkan saja hujan ini kembali mengantarku kepadamu. Dan seterusnya. Untuk menjaga janji kita. Merawat cinta.

@nd, 04051436 – at Wisma Mulia

View on Path


%d blogger menyukai ini: