pemuda al-kahfi

19 Maret, 2015

Kalau mau jujur, apakah kebenaran yg tengah mereka perjuangkan sama dengan kebenaran yg diperjuangkan oleh pemuda Al-Kahfi, sebagaimana penisbatan diri mereka?

Tauhid adalah inti perjuangan para pemuda yg bersembunyi di dalam gua, menyelamatkan agamanya, bersabar hingga Allah menetapkan keputusannya.

Para pemuda itu tidak bertindak konfrontatif terhadap penguasa yg lalim, bahkan masih sempat berhati-hati ketika keluar di masa kekuasaan telah digantikan dengan penguasa yg saleh.

Lalu, apakah ini sama dengan yg sedang mereka perjuangkan?

View on Path


19 Maret, 2015

Bahagia rasanya …

View on Path


19 Maret, 2015

17:23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. – at Griya Husada RSUP Fatmawati

View on Path


19 Maret, 2015

Mengerikan.

Menisbatkan diri kepada perihal para pemuda yang dikisahkan pada surat Al-Kahfi menuntut konsekuensi luar biasa.

Jika mau jujur, mereka yang melakukan hal demikian, haruslah rela teguh untuk bersabar dan menyelamatkan keyakinannya, secara defensif.

View on Path


19 Maret, 2015

Riyad as-Salihin, The Book of Miscellany
Book 1, Hadith 316

Narrated ‘Abu Hurairah (ra):
A person came to Messenger of Allah (pbuh) and asked, “Who among people is most deserving of my fine treatment?” He (pbuh) said, “Your mother”. He again asked, ”Who next?” “Your mother”, the Prophet (pbuh) replied again. He asked, “Who next?” He (the Prophet (pbuh)) said again, “Your mother.” He again asked, “Then who?” Thereupon he (pbuh) said,” Then your father.”In another narration: “O Messenger of Allah! Who is most deserving of my fine treatment?” He (pbuh) said, “Your mother, then your mother, then your mother, then your father, then your nearest, then nearest”.

[Al-Bukhari and Muslim].

View on Path


%d blogger menyukai ini: