baba jelek

30 April, 2015

“Baba jelek!”

Begitulah, Athiya mengungkapkan kemarahannya karena apa yang ia ingini tidak dipenuhi oleh Baba.

Selanjutnya ia akan pergi memeluk bantal dan menangislah. Atau dapat saja membanting sesuatu yang berada di dekatnya. Bahkan, bisa jadi Baba menjadi sandsack baginya.

Seringkali, reaksi Baba adalah dengan memberikan kesempatan untuk meluapkan kekesalannya, kemudian anak itu pun berhentilah. Atau anak itu dipeluknya hingga ia merasa nyaman atau sebaliknya malah berontak. Kadangkala membuat lelucon sehingga anak itu tertawa dan melupakan amarahnya.

Apabila Athiya sudah menguasai dirinya, air matanya sirna dan ia pun kembali ceria.

***

Suatu malam, sesaat setelah doa sebelum terpejam, Baba mengecup keningnya dan membisikkan,”Baba yang jelek ini sayang Athiya.”

Seutas senyuman pun tersungging di bibir mungil Athiya, sebagai pengantar mimpi bahagianya di malam itu.

(@nd, 11071436)

View on Path


salat malam bersama nabi

29 April, 2015

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال‏:‏ صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ليلة، فأطال القيام حتى هممت بأمر سوء‏!‏ قيل‏:‏ وما هممت به‏؟‏
قال‏:‏ هممت أن أجلس وأدعه‏.‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu anhu dia berkata:

Saya pernah salat (sunah) bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam, pada suatu malam. Beliau berdiri begitu lama sampai-sampai saya berkeinginan untuk melakukan sesuatu yang buruk.

Ibnu Mas’ud ditanya: “Apa yang Anda inginkan?”

Ibnu Mas’ud menjawab: “Saya ingin duduk dan meninggalkan beliau.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

http://sunnah.com/riyadussaliheen/1/103

View on Path


pilih surga atau neraka

28 April, 2015

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏ “‏حجبت النار بالشهوات، وحجبت الجنة بالمكاره‏”‏ ‏
(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Neraka dikelilingi oleh syahawat (hasrat, gairah, kebebasan), sedangkan surga dikelilingi oleh makarah (belenggu, keterpaksaan, kesulitan).”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

http://sunnah.com/riyadussaliheen/1/101

View on Path


jadilah mukmin yang kuat

28 April, 2015

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏ “‏ المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير‏.‏ احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز‏.‏ وإن أصابك شيء فلا تقل‏:‏ لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل‏:‏ قدر الله، وما شاء فعل؛ فإن لو تفتح عمل الشيطان‏”‏
‏(‏‏(‏ رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikannya.

Bersemangatlah untuk mengerjakan apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah putus asa.

Jika kamu ditimpa sesuatu, maka janganlah berkata: ‘Seandainya saya berbuat begini tentu akan begini dan begitu.’

Tetapi katakanlah: ‘Allah telah menakdirkannya dan apa yang Dia kehendaki pasti akan terjadi.’

Karena sesungguhnya kata ‘seandainya’ itu membuka jalan bagi setan.”

(HR. Muslim)

http://sunnah.com/riyadussaliheen/1/100

View on Path


bersama kesulitan ada kemudahan

24 April, 2015

Pernah baca atau dengar kalimat berikut ini?

(إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا)

Kalimat itu berasal dari Surat Al-Sharh ayat ke-6. Yang menurut terjemahan memiliki arti:

“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

**

Kesulitan (العسر) disebut dalam bentuk makrifah (bertanda ال), sedangkan kemudahan (يسرا) disebut dalam bentuk nakirah.

Makrifah (معرفة) adalah lafal yang menunjukkan sesuatu yang diketahui atau tertentu. Adapun nakirah (نكرة) adalah lafal yang menunjukkan sesuatu yang tidak diketahui atau tidak tertentu.

Dengan bentuk penyebutan seperti itu, tentu makna yang terkandung pada ayat ini melebihi apa yang tertulis pada terjemahan.

Apabila “kesulitan” disebut dengan bentuk makrifah, maka hal ini bermaksud menunjuk kepada kesulitan tertentu yang sudah diketahui perihalnya.

Sebaliknya, “kemudahan” disebut dengan bentuk nakirah. Hal ini bermaksud bahwa kemudahan yang dijanjikan itu tidak hanya satu atau pada kemudahan tertentu saja. Akan tetapi Allah menyediakan kemudahan yang tidak kita ketahui jumlahnya untuk dapat mengatasi kesulitan itu.

**

Jadi, jikalau kita menghadapi suatu masalah, maka jangan sampai putus asa, karena bersama kesulitan tersebut telah tersedia begitu banyak kemudahan. Insya Allah.

(@nd, 04071436)

View on Path


berjuang tanda syukur

24 April, 2015

عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقوم من الليل حتى تنفطر قدماه، فقلت له‏:‏ لم تصنع هذا يا رسول الله، وقد غفر الله لك ما تقدم من ذنبك وما تأخر‏؟‏‏!‏ قال‏:‏ ‏ “‏ أفلا أحب أن أكون عبداً شكوراً‏؟‏‏”‏
‏(‏‏(‏متفق عليه‏.‏ هذا لفظ البخاري، ونحوه في الصحيحين من رواية المغيرة بن شعبة‏)‏‏)‏

Dari Aisyah radiyallahu anha bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah berdiri (salat) pada sebagian malam sampai kulit kakinya pecah-pecah.

Maka aku berkata: Mengapa Anda melakukan ini, wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni Anda pada dosa-dosa yang telah lalu maupun yang akan datang?!

Beliau bersabda: “Apakah tidak boleh, aku menjadi hamba yang bersyukur?”

(Muttafaqun alaihi)‏

sunnah.com/riyadussaliheen/1/98

View on Path


menguap

23 April, 2015

“Hoah-em,” seru Athiya yang sedang menguap. Buru-buru Baba menutup mulut Athiya yang menganga, “Kata Nabi, kalau menguap harus ditutup.”

“Emangnya kenapa, Ba?” Athiya bertanya. “Menguap itu dari setan. Kalau tidak ditutup nanti setannya senang dan tertawa,” jawab Baba.

“Setannya masuk lewat mulut,” sahut Athiya. “Iya, setannya nanti masuk mengikuti aliran darah manusia,” Baba menerangkan.

“Tapi, setan kan kecil,” Athiya menyanggah. Baba menjawab, “Iya benar. Karena kecilnya, maka setan berbisik di dada manusia. Kalau setan itu besar, pasti dia berteriak.”

“Hihihihi,” Athiya pun terkikik merasa lucu.

“Karena itu, kita disunatkan membaca surat An-Naas,” kata Baba. “Athiya, bisa!” jawab Athiya tegas dan dilanjutkan dengan membaca surat An-Naas hingga tuntas.

(03071436)

View on Path


%d blogger menyukai ini: