Fenomena kesurupan

“Baba, mas takut,” ujar Radya ketika mendengarkan suara yang mencekam dari latar program acara radio. “Takut, mengapa?” tanya Baba. “Itu, Lain Dunia, cerita tentang kesurupan,” jawab Radya.

“Apa yang kamu takutkan?” Baba bertanya, “bukankah nanti ustaz narasumber akan menjelaskan hal yang benar tentang kesurupan?”

Radya balik bertanya, “Memangnya, kesurupan itu apa sih, Ba?”

“Kesurupan itu terjadi karena tidak berzikir kepada Allah,” jawab Baba, “sehingga memberi ruang bagi setan untuk mengganggu manusia.”

“Ih seram,” sahut Radya, “nanti orang yang kesurupan bisa ngamuk seperti harimau.”

“Tidak melulu demikian, mas,” Baba menyanggah, lalu melanjutkan, “bahkan seringkali, orang yang tidak mau salat, karena kesurupan.”

“Kok, bisa begitu, Ba?” tanya Radya ingin tahu.

“Lah iya,” Baba pun menjelaskan, “ketika seseorang tidak mau salat, sebenarnya setan sedang merasukinya, membisikkan agar menunda salat, menyuruh tidak usah salat, dan membenarkan alasan-alasan yang membuatnya tidak salat.”

Radya menyimak dengan saksama. Lalu Baba bertanya, “Mas, sudah salat isya belum?” Radya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum paham.

Baba pun berkata, “Nah, kalau tidak mau kesurupan, hayo salat dulu, sana!”

(@nd, 22061436)

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: