menguap

“Hoah-em,” seru Athiya yang sedang menguap. Buru-buru Baba menutup mulut Athiya yang menganga, “Kata Nabi, kalau menguap harus ditutup.”

“Emangnya kenapa, Ba?” Athiya bertanya. “Menguap itu dari setan. Kalau tidak ditutup nanti setannya senang dan tertawa,” jawab Baba.

“Setannya masuk lewat mulut,” sahut Athiya. “Iya, setannya nanti masuk mengikuti aliran darah manusia,” Baba menerangkan.

“Tapi, setan kan kecil,” Athiya menyanggah. Baba menjawab, “Iya benar. Karena kecilnya, maka setan berbisik di dada manusia. Kalau setan itu besar, pasti dia berteriak.”

“Hihihihi,” Athiya pun terkikik merasa lucu.

“Karena itu, kita disunatkan membaca surat An-Naas,” kata Baba. “Athiya, bisa!” jawab Athiya tegas dan dilanjutkan dengan membaca surat An-Naas hingga tuntas.

(03071436)

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: