Tentang bermanfaat

Namanya mukhlis. Nama yang sederhana namun begitu indah. Saya tidak begitu mengenalnya. Hanya saja apa yang dilakukannya begitu menakjubkan.

Sandal-sandal yang berderet rapi di teras masjid, ia sendirian yang menyusunnya.

Sampah plastik yang ditemukannya di sepanjang jalanan yang dilalui, ia sendirian yang memungutnya.

Sayup-sayup teringat hadits tentang iman itu 70 cabang, yang tertinggi adalah kalimat لاإله الا الله sedangkan yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan.

Suatu malam, saya bertemu dengannya di selokan. Saya mengira ia mencari sesuatu yang hilang. Ternyata ia sedang membersihkan selokan dari sampah dedaunan agar alirannya lancar, dan ia sendirian.

Demikianlah dari apa yang saya lihat, pun saya dengar dari orang lain.

Seolah-olah menjelma hadits Nabi: “Sebaik-baik manusia, adalah ia yang bermanfaat bagi sesamanya.”

Namanya sendiri menjawabnya: mukhlis. Ia telah beriman pada namanya dan juga amalannya. Semoga Allah memberkati dia.

(@nd, 10081436)

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: