tentang kematian

Cukuplah kematian sebagai pengingat.

Ia hadir ketika sudah saatnya. Tak seorang pun dapat mengelakkannya. Ia tidak dipercepat, tak pula ditunda.

Tidak melulu menjelma setelah sakit sekian lama. Tak jarang mengejutkan tanpa sebab.

Orang baik, disayang banyak orang. Ketika hidupnya bahkan hingga ke pembaringan terakhir. Barangkali ia beristirahat dengan tenang.

Orang jahat, dibenci banyak orang. Ketika hidupnya apalagi matinya. Barangkali ia disibukkan dan penuh gelisah.

Hingga hari berbangkit. Hingga semakin yakin ia pada fananya dunia.

Semua yang dahulu dikejarnya, tak mampu berdiri membela. Apa yang dahulu disia-siakan justru berjuang untuknya.

Maka ketika ia datang, bersediakah kita?

(@nd, 12081436)

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: