Me time

Kita mungkin mengeluhkan betapa sedikit waktu untuk memanjakan diri (baca: me time). Tenanglah, ada suatu saat yang telah dirancang oleh Allah untuk kita menikmatinya.

Jika itu tidak saat ini, barangkali suatu saat nanti. Jika itu bukan dalam keadaan sehat, bisa jadi sebuah hadiah yang disebut sakit. Jika tidak sempat di dunia, mudah-mudahan di akhirat kelak.

Asalkan kita mau terus beramal saleh dan sama sekali tidak mempersekutukan Allah dalam peribadatan kepada-Nya.

@ndi, 17071437

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: