tentang integritas

19 Mei, 2016

Well integrity berhubungan dengan keselamatan manusia, peralatan, lingkungan dan reputasi bisnis. Konsepnya adalah menjaga agar hidrokarbon tetap berada di dalam pipa, tidak bocor dan mencemari apalagi membahayakan.

Begitupula integritas diri seorang yang beriman, ia akan menjaga lisan dan tangannya, mengelola emosinya untuk tidak membahayakan orang lain, merusak fasilitas, lingkungan dan nama baiknya di dunia maupun di akhirat.

@ndi, 12081437


jaga bicaramu

17 Mei, 2016

tahukah kamu, semakin banyak bicara sama sekali tidak menunjukkan kehebatan dan kelebihanmu, sebaliknya malah kelemahan dan kekuranganmu.

orang yang berilmu lebih tinggi daripada kamu, justru lebih banyak mendengarkan dan memberikan kesempatan lawan bicaranya untuk bercerita.

@ndi, 09081437


Waspada palu arit

13 Mei, 2016

image

Jika palu arit berhasil menjadikan negeri tirai bambu tumbuh menjadi negeri yang terlalu maju, maka palu arit juga berhasil menjadikan negeri beruang merah hancur berkeping-keping.

Jika palu arit pernah punya jejak berdarah yang panjang di negeri zamrud khattulistiwa, maka bersediakah jika rakyatnya menyambutnya kembali untuk memimpin?

Berdoalah untuk keamanan negeri, waspada dan bersiapsiagalah. Semoga Allah menolong!

@nd, 05081437


ramadan is coming

9 Mei, 2016

image

Sebulan lagi Ramadan, apakah hal ini mengagetkan atau biasa-biasa saja? Di dalam kitab Lathaiful Maarif disebutkan bahwa sebagian ulama salaf berkata bahwa para sahabat sudah berdoa selama enam bulan sebelumnya agar mereka dipertemukan dengan bulan Ramadan, lalu bagaimana dengan kita?

Mungkin di antara kita sudah berpikir tentang masakan yang akan dihidangkan selama bulan Ramadan, bagaimana menjalani pekerjaan selama berpuasa, bagaimana menghadapi ujian dengan perut kosong? Persiapan yang lebih penting adalah bagaimana menjadi muslim yang lebih kuat daripada sekarang. Barangkali ada sebagian kita yang sudah berpikir untuk mengkhatamkan Quran, menghidupkan malam dengan ibadah, atau menyediakan makanan berbuka setiap hari.

Bagaimana jika kita mulai mengisi Ramadan dengan 3 ide yang sederhana:

1. Quran. Tujuannya untuk menguatkan hubungan kita dengan kalimat-kalimat Allah. Bisa jadi dengan memperbaiki bacaan, menghapalkan sebagian ayat, atau mendalami tafsir surat tertentu. Apapun itu, tetapkan target yang agak tinggi dan berdoalah untuk dimudahkan selama Ramadan.

2. Doa. Ramadan adalah bulan yang utama untuk berdoa. Ambillah waktu-waktu ijabah untuk menyampaikan doa terbaik di dalam hidup kita. Bisa jadi dengan doa yang kita panjatkan pada setiap malam, atau doa-doa yang kita panjatkan pada waktu-waktu ijabah di setiap harinya.

3. Sedekah. Setelah berbulan-bulan makan, kita berpuasa. Siapkan aksi kecil untuk memberi derma dan membagikannya sepanjang bulan Ramadan. Lebih baik konsisten dengan amalan yang ringan selama 30 hari daripada memberatkan diri dengan sedekah yang besar sekaligus.

Jika Anda punya ide kreatif lainnya, silakan berbagi.

@ndi, 01081437


Sedekah

8 Mei, 2016

image

Ada orang yang bersedekah karena ingin mendapat nama, dipuji, dan disebut dermawan. Ada orang yang bersedekah karena ia risau melihat pengemis, ingin menjaga diri dan hartanya, dan mencari keridaan Tuhannya.

Orang yang pertama memiliki niat yang tidak bernilai untuk akhiratnya. Jika ia memperoleh apa yang ia ingini, maka itu cukup baginya. Jika ia tidak memperolehnya, maka ia pun kecewa. Adapun orang yang kedua memiliki niat yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.

@ndi, 30071437


Pendidikan membangun karakter

3 Mei, 2016

image

Sikap jujur idealnya ditanamkan di sekolah melalui pembiasaan, bukan penyuruhan. Diperlukan komitmen dari guru dan orangtua untuk terus menjadikan diri sebagai teladan bagi para siswa. Saatnya prestasi siswa tak dihargai dalam bentuk materi.

Di dalam Islam konsep pendidikan terdiri atas tarbiyah dan taklim. Tarbiyah menekankan kepada penghayatan pribadi dan akhlak (budi pekerti). Adapun taklim merupakan pengembangan nalar dan pengajaran ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pendidikan merupakan proses internalisasi nilai-nilai ke dalam pengetahuan dan karakter siswa, dengan tujuan untuk membangun pribadi yang mulia.

Pribadi yang berkarakter mulia bukan hanya yang memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan. Bukan pula yang menguasai bidang-bidang kehidupan, berprestasi tinggi, dan berpenghasilan besar. Pribadi berkarakter mulia adalah pribadi yang memiliki sifat-sifat jujur, santun, rajin, dan kuat.

Jujur tidak sama dengan terbuka atau apa adanya. Jujur adalah keseiaan antara hati, kata dan perbuatan. Pribadi yang jujur adalah pribadi yang ikhlas. Ia beramal demi perbaikan diri sendiri, memihak kepada kebenaran dan tidak pamrih ataupun merisaukan apa kata orang. Pribadi yang jujur percaya bahwa Allah selalu mengawasi dirinya sehingga tidak ada tempat dan waktu baginya untuk berbuat curang.

Santun adalah karakter yang halus dan baik budi bahasa maupun tingkah lakunya. Pribadi yang santun, berperilaku sopan dan bertata krama. Ia menghormati orang yang lebih tua dan mengasihi kepada sesamanya atau kepada yang lebih muda. Pribadi yang santun penuh belas kasih dan gemar menolong (membantu dan memperhatikan kepentingan orang lain).

Pribadi yang rajin, adalah pribadi yang senang bekerja dan giat belajar. Tidak malas, tetapi yakin bahwa hanya dengan bersungguh-sungguh ia akan mencapai apa yang dicita-citakannya. Pribadi yang rajin berkomitmen dengan dirinya sendiri baik berupa janji kepada Tuhannya begitupula janji kepada orang lain.

Orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan lawannya dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Pribadi yang kuat adalah pribadi yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Ketika marah, ia mampu mengendalikan emosinya agar tidak merusak. Pribadi yang kuat bukan pula pribadi yang cengeng. Ketika sedih, ia mampu mengendalikan emosinya agar tidak meratapi. Ia tidak banyak menuntut hak, sebaliknya ia menuntut dirinya sendiri untuk mengerjakan kewajiban-kewajibannya.

Keempat karakter mulia tersebut menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan. Pribadi yang memiliki keempat karakter tersebut adalah pribadi yang mulia. Pendidikan karakter, semestinya melahirkan pribadi-pribadi mulia.

Karena pendidikan karakter ini tidak bisa instan dan butuh proses, maka proses belajar-mengajar menjadi penting. Orangtua dan guru perlu berkomitmen untuk terus menjadikan diri sebagai teladan berkarakter bagi para siswa.

#hardiknas

Bacaan lain:

https://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/2009/03/17/sebelum-anak-terlanjur-cerdas/

Orientasi hasil abaikan proses; Kompas, Senin, 2 Mei 2016, halaman 11

Sekolah terjebak pragmatisme; Kompas, Senin, 2 Mei 2016, halaman 1 dan 15


Depresi

1 Mei, 2016

image

Dunia hanyalah sementara, jadikanlah ia penuh dengan ketaatan kepada Allah

Kondisi baru saja melahirkan, berpisah dengan keluarga tercinta, atau karena hal-hal yang menyedihkan, adalah di antara hal-hal yang memicu depresi. Penderita depresi memerlukan pendampingan yang tulus dari orang-orang terdekat.

Rasa takut yang mucul dari depresi sebaiknya diarahkan kepada rasa takut yang benar, yaitu rasa takut kepada Allah. Meyakini bahwa ada Allah yang sangat mampu dan memiliki semua hal yang yang kita ingini.

Meyakini bahwa Allah sangat sayang kepada hamba-hambaNya, Dia pula yang sangat menjamin terpenuhinya apa-apa yang dikhawatirkan.

Serta selalu berharap semoga Allah memudahkannya keluar dari depresi berkepanjangan dan menggantinya dengan bahagia.

Dua zikir yang biasa dibaca setiap pagi dan petang berikut ini, dengan membaca dan menghayatinya, semoga membantu meringankan beban berat depresi yang dirasakan:

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّماوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءاً أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Ya Allah, Tuhan yang mengetahui perkara ghaib dan nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan setiap sesuatu dan Pemiliknya, aku mengaku bahawa Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku berlindung denganMu daripada kejahatan diriku dan kejahatan syaitan dan sekutunya dan aku berlindung dari usaha melakukan kejahatan terhadap diriku atau aku melakukannya kepada orang Islam lainnya.

(HR. Sahih At-Tirmizi, Abu Dawud)

يَاحَيُّ، يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan yang Tetap Hidup, Yang Kekal memerintah selama-lamanya, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan. Perelokkanlah bagiku segala urusanku dan janganlah Engkau biarkankan nasibku ditentukan oleh diriku sendiri walaupun sekejap mata.

(HR. Al-Hakim)


%d blogger menyukai ini: