Kualitas

14 Juni, 2016

image

Sebuah kalimat terpajang di dinding toko kue kenamaan di Jakarta, bertuliskan

“Quality is never an accident, it is always the result of high intention, sincere effort, intelligent direction and skillful execution.”

Seakan-akan hendak menyampaikan pesan bahwa kue-kue yang disediakan oleh toko tersebut hanyalah yang berkualitas dan proses penyajiannya pun berkualitas.

Tentu saja kualitas bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari niat yang baik, upaya yang tekun, arahan yang cerdas dan dilakukan secara mumpuni.

Dalam kehidupan manusia, kualitas adalah sesuatu yang dituntut untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. Begitu juga dengan ibadah, seorang hamba akan memperoleh pahala dari Allah hanya jika ibadahnya berkualitas.

Yaitu ibadah yang diniatkan ikhlas sebagai persembahan kepada Allah, secara tekun dan bersungguh-sungguh, mengikuti contoh atau perintah dari Rasulullah s.a.w. serta dikerjakan dengan pengetahuan dan keahlian.


Baik sangka

12 Juni, 2016

perbedaan antara berbaik sangka dengan angan-angan, ibarat seorang yg memiliki lahan dan menginginkan hasil panen yang baik. seorang yg berbaik sangka akan menggarap tanahnya, menanam benih terbaik, memupuk tanahnya, merawat dari hama dan penyakit. seorang yg berangan-angan membiarkan lahannya begitu saja tapi masih berharap hasil panennya bagus, bagaimana mungkin?

begitu pula orang yg berharap selamat dan surga, ia pun merasa telah berbaik sangka kepada Allah, tetapi tidak menempuh jalan-jalan keselamatan, bukankah itu sama dengan berangan-angan?

@ndi, 07091437


Khawatir

4 Juni, 2016

Di antara para salaf ada yang begitu khawatir ketika melalui hari demi hari selama sebulan tidak mendapati sedikitpun sakit atau musibah pada dirinya. Mereka takut apabila Allah membiarkan mereka tanpa masalah, yang berarti Allah membiarkan dosa yang ada pada diri mereka tanpa diampuni. Hal itu karena mereka meyakini sakit atau musibah adalah sarana penggugur dosa, dan setiap masalah adalah sarana meningkatkan level keimanan. Mereka bersabar dengan musibah dan bersyukur ketika ditimpa masalah. Sedangkan kita yang selalu berkeluh kesah ini, yang selalu merasa paling menderita sedunia, adakah bandingannya dengan mereka?

@ndi, 28081437


Sepeda

1 Juni, 2016

image

Nak, selamat.
Sekejap saja, kamu berhasil mengalahkan rasa takut, menepis khawatir, dan menempatkan malu dengan tepat.

Walaupun untuk itu kamu mesti melalui sekian lama, mengumpulkan keberanian, ditempa begitu banyak ketidaksukaan.

Nak, selamat. Setelah ini, kamu belajar mengelola rasa senang, menggugurkan takabur, supaya dapat kamu kayuh dan meluncur lebih jauh.

@ndi, 25081437


%d blogger menyukai ini: