Jangan jadi orang bodoh

Tahun 1940-an. Orang melayu menjadi jongos di rumah orang eropa.


​Anak: “Bu, mengapa kita harus rajin belajar?”

Ibu: “Nak, belajar itu untuk menghilangkan kebodohan.”

Anak: “Memangnya ada apa dengan kebodohan?”

Ibu: “Kebodohan akan membuat kita sengsara di dunia dan juga di akhirat.”

Anak: “Sengsara? Maksudnya bagaimana, Bu?”

Ibu: “Orang yang bodoh, di akhirat masuk neraka.”

Anak: “Kok, bisa begitu, Bu?”

Ibu: “Karena ia tidak mengetahui bagaimana beribadah kepada Allah dengan benar. Ia hanya mengikuti kata orang dan menuruti hawa nafsu atau persangkaannya saja.”

Anak: “Kalau sengsara di dunia, bagaimana Bu?”

Ibu: “Orang yang bodoh akan dibodohi dan dicurangi oleh orang yang licik.”

Anak: “Contohnya, Bu?”

Ibu: “Contohnya nenek moyang bangsa kita, diperbudak oleh bangsa eropa. Orang-orang eropa itu gigih mengarungi samudera dan berhasil mencapai negeri timur yang jauh, lalu mengambil kekayaan alamnya dan menjajah nusantara hingga tiga abad lamanya.”

Anak: “Andaikan saja nenek moyang kita tidak bodoh.”

Ibu: “Seandainya mereka tidak bodoh, tentu politik adu domba yang dilakukan kepada para pangeran tidak akan berhasil dan rakyatnya pun tidak perlu jadi jongos.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: