menunggu

5 Agustus, 2016

Kita sanggup untuk merasa tenang menanti pesawat di ruang tunggu bandara, sedangkan di sana orang-orang berlalu lalang, perempuan yang tidak menutup auratnya dengan sempurna, dan suara-suara musik.

Sanggupkah kita juga merasa tenang, menanti khatib naik mimbar jumat, di mana orang-orang duduk berzikir, membaca Quran, atau salat sunah?

@ndi, 02111437


kenal

5 Agustus, 2016

​A: “Sudah berapa lama kamu kenal dia?”

B: “Alhamdulillah”

A: “Maksudku, sudah berapa lama?”

B: “Pentingkah berapa lama aku mengenalnya?”

A: “Agar aku dapat memaklumi kamu.”

B: “Bagaimana dengan kamu sendiri mengenalnya?”

A: “Dengannya aku telah mengenal kebenaran untuk diikuti dan mengenal keburukan untuk dihindari.”

B: “Alhamdulillah. Lalu apa perlunya lagi kamu memaklumiku?”

@ndi, 03082016


%d blogger menyukai ini: