Tentang adab

“Manifestasi eksternal keadilan dalam kehidupan dan masyarakat tidak lain adalah keberadaan adab di dalamnya. Saya menggunakan konsep (makna) dari adab di sini menurut arti awal istilah, sebelum adanya inovasi dari para ahli bahasa yang jenius. 

Adab dalam arti dasar asli adalah mengundang untuk perjamuan. Ide perjamuan menyiratkan bahwa tuan rumah adalah orang terhormat dan terpandang, dan banyaknya orang yang hadir; bahwa orang-orang yang hadir adalah mereka yang menurut perkiraan tuan rumah layak menerima undangan kehormatan, dan karena itu mereka adalah orang-orang dari berbudi pekerti luhur dan berpendidikan sehingga diharapkan untuk berperilaku sebagaimana layaknya keadaan mereka, dalam ucapan, perilaku dan etiket.

Dalam arti yang sama bahwa makanan akan dihidangkan menurut aturan tata boga yang halus, tata cara dan etiket, begitu juga berpengetahuan untuk memuji dan menikmati, dan mengambil dengan cara etis sebagaimana layaknya sifat mulia. Dan ini adalah alasan mengapa kita mengatakan adanya analogi antara makanan dan kehidupan jiwa. 
Dalam kebajikan, adab juga berarti untuk mendisiplinkan pikiran dan jiwa; yaitu akuisisi kualitas yang baik dan atribut dari pikiran dan jiwa; yaitu untuk melakukan hal yang benar sebagai lawan dari tindakan yang keliru, hal yang benar sebagai lawannya salah; yaitu untuk menjaga dirinya dari aib.”
Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam dan Sekularisme (p.149-150)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: