gelas anggur

20 Oktober, 2016

​dalam sebuah perjamuan dengan pejabat tiongkok beberapa tahun yg lalu, dituangkan ke dalam gelas-gelas hadirin anggur terbaik yg diproduksi di wilayah tsb. setibanya pelayan di samping meja saya, saya minta menggantinya dengan fresh juice, susu atau yoghurt. sempat beberapa mata memicing kepada saya, sehingga seorang pejabat berkata, “no matter you don’t drink, as long as our partnership lasted.” diikuti oleh tawa hadirin, percakapan dalam perjamuan itu pun mengalir cair. #toleransi

Iklan

5:51

20 Oktober, 2016

​Masih penasaran dengan tafsir ayat QS 5:51? Silakan pasang aplikasi tafsir dari Kemenag RI dan jangan merasa malas untuk mencari tahu penjelasannya di sana. #toleransi



upacara ritual

20 Oktober, 2016

​pada suatu kesempatan perjalanan bisnis ke negeri ginseng untuk melakukan uji tekanan hidrostatik pada bejana tekan yg difabrikasi di sana, tuan rumah kami adalah dua orang insinyur aseli korea. mengetahui bahwa kami adalah muslim, mereka menanyakan menu makanan yg boleh kami makan. menyediakan tempat untuk salat di ruang rapat yg sekaligus jadi ruang kerja kami di sana. sempat juga menanyakan beberapa hal isi alquran terjemahan bahasa inggris versi muhsin khan yg saya baca.

saat itu, perusahaan mereka sedang merayakan hari jadi dan melakukan upacara ritual di lapangan kantor sebagai rasa syukur kpd tuhan, tersedia banyak makanan dan minuman. dihidangkan pula di meja utama, kepala babi panggang. semua karyawan dan tamu diundang. dengan sopan kami menolak tawaran, “we’re apologize, we cannot join the ceremony since it is prohibited in our religion.” tuan rumah kami pun dapat memahami dan mengajak kami ke restoran seafood di luar pabrik. 

#toleransi


bubur daging

20 Oktober, 2016

​biasanya untuk penerbangan luar negeri dengan maskapai asing, saya akan memesan “moslem meal” untuk hidangan makan. kebetulan saat itu saya lupa memesan, jadilah saya disuguhi bubur oleh pramugari cathay untuk sarapan saya. ketika sedang mengunyah bubur, ada dagingnya, lalu saya panggil pramugari dan bertanya, “ini daging apa ya?” pramugari itu meminta waktu untuk melihat menu dulu kemudian dia kembali dan mengonfirmasi bahwa itu daging babi. 

saya katakan kepadanya bahwa saya tidak bisa makan daging babi, apakah ada menu untuk muslim. Dia minta maaf, pemesanan menu khusus sebaiknya dilakukan di darat. tetapi dia memberikan solusi untuk menu vegetarian yg stoknya ada lebih. di menu itu ada daging buatan dari tahu. jadilah selama penerbangan itu saya sebagai vegetarian. 

#toleransi


%d blogger menyukai ini: